Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lima Jajanan Banyuwangi Yang Ditemui Pas Ramadhan, Bikin Kangen Kampung Halaman

Gerda Sukarno Prayudha • Sabtu, 9 Maret 2024 | 20:26 WIB

Photo
Photo
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bulan Ramadhan bulan paling suci bagi pemeluk agama Islam.

Umat Muslim seluruh dunia melakukan ibadah puasa, tidak makan dan minum mulai menyingsingnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Suasana berbeda dirasakan saat menjelang berbuka puasa.

Terutama untuk ibu-ibu, saking spesialnya bulan Ramadhan, mereka menyiapkan berbagai makanan spesial.

Ada beberapa masakan yang kadang hanya ditemui saat bulan Ramadhan.

Khususnya di Banyuwangi. Apa Saja? Cekidooot……

  1. Kolak

Berbahan dasar santan, gula kelapa dan daun pandan.

Kolak memiliki rasa yang gurih dan manis serta tekstur yang lembut.

Sebagai pelengkapnya ada irisan buah pisang, singkong, ubi rambat atau biasa disebut sabrang.

Dan terkadang dibubuhi kolang kaling.

Biasa disajikan dalam keadaan hangat.

Namun saat menjelang berbuka Kolak ditambah es batu sangat menggoda selera nafsu makan. Hmmmm…yamiiii.

 

  1. Patola

Kalo jajanan satu ini, biasa muncul saat Ramadhan saja.

Berbahan dasar tepung beras, garam dan gula serta pewarna masakan.

Patola lebih mirip berbentuk seperti krupuk. Namun tanpa digoreng.

Patola disajikan bersama kuah santan manis.

Saat sudah terendam santan, hmmmm..jadi nagih dan pengen lagi, pengen lagi.

Umumnya, ada tiga warna patola. Ada pink, hijau dan putih.

Kalo di daerah lain, seperti di Jawa Tengah Patola biasa disebut Petolo atau Putu Mayang.

Cocok disajikan sesaat sebelum santap buka puasa.

 

  1. Precet Gedang

Bentuknya sebelas duabelas dengan Patola. Namun bahan dasarnya yang berbeda.

Kalo Patola dari tepung beras, Precet Gedang bahan dasarnya dari Pisang yang sudah direbus.

Penyajiannya juga hampir sama dengan Patola, yakni kuah santan yang berasa manis.

Gurih dari santannya, manis dari prescet gedangnya membuat lidah akan bergoyang.

Precet Gedang ini boleh dibilang sudah mulai langka.

Saat ini sedikit sekali yang membuatnya. Dan muncul saat bulan Ramadhan saja.

 

  1. Es Blewah

Rasanya saat bedhug magrib berkumandang kalau belum menyentuh hidangan satu ini, rasa kering kerongkongan belum terobati.

Bahannya mudah dijumpai, dipasar sampai dipinggir jalan banyak penjualnya.

Murah dan tidak begitu repot membuatnya.

Pilih Blewah yang sudah matang. Biasanya agak lunak dan berbau harum.

Kupas Blewah dan pisahkan bijinya. Ehh, bijinya jangan dibuang dulu ya.

Lalu serut Blewah dan taruh di mangkuk besar. Nah, biji Blewah tadi taruh ditempat mangkuk kecil, lalu tuang air secukupnya.

Aduk aduk sampai air beraroma segar Blewah. Campurkan air biji tadi kedalam Blewah serut.

Pake alat saring ya, biar bijinya ndak tercampur masuk.

Selanjutnya blewah serut boleh dicampuri gula atau sirup sesuai selera.

Masukkan beberapa bongkah es batu atau simpan dalam lemari es.

Tunggu sampai bedug magrib. Auto pada rebutan saat berbuka.

 

  1. Kopyor

Yang ini bukan es kopyor lho ya. Beda jauuuuh.

Kopyor yang dimaksud adalah Kopyor roti. Dan tentu saja muncul saat Ramadhan.

Khas Banyuwangi juga.

Roti tawar dicampur bihun kemudian ditaruh di daun pisang.

Disiram dengan santan yang ada buah nangkanya. Kadang-kadang masih ada tambahan Mutiara. 

Saat disantap, rasa gurih santan dan aroma nangkanya berpadu, bisa melupakan suguhan lainnya.

Tapi jangan sampai keenakaan ya gaes.. tunggu bedug magrib dulu baru bisa disantap.

 

Udah aaah, yuk ke tempat penjual takjil. Ntar keburu kehabisan. Pengen borong semua, pengen makan semua…hahahaha.

Editor : Syaifuddin Mahmud
#Krupuk #kolak #kolang kaling #pandan #ramadhan #roti