RadarBanyuwangi.id – Warung rujak ini beda dengan kebanyakan warung yang ada di Banyuwangi.
Lokasinya memang tidak berada di tepi jalan raya, bahkan pembeli harus masuk gang sempit untuk menjangkaunya.
Tetapi bangunan, interior, dan tata meja kursinya tampak rapi, bersih, nyaman, dan modern.
Lokasinya benar-benar tersembunyi, karena berada di gang pengrajin sadel motor sebelah kiri Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi.
Gampangnya, gang masuknya di timur toko kain Laris Textile Banyuwangi.
Nama warungnya adalah Warung Rujak Rumahan Mak DJ.
Tembok bangunan, eksterior, interior, bahkan meja kursinya dicat dengan warna serba putih.
Gambaran bersih dan rapi pun langsung terkesan kental.
Apa saja menu rujak andalan Warung Mak DJ?
Yang paling top dan most wanted adalah rujak soto, dengan harga terjangkau hanya Rp 15 ribu per porsi.
"Rujak sotonya memang enak, dengan porsi yang pas dan harganya murah di kantong pelajar," kata Sekar, penikmat rujak soto di Warung Mak DJ, Jumat siang (8/3).
Baca Juga: Berburu Ayam Lodho di Pelosok Banyuwangi, Tidak Perlu Jauh-Jauh ke Tulungagung
Ada juga menu rujak lontong yang hanya dibanderol Rp 12 ribu sepiring.
Sedangkan, rujak sayur lebih murah lagi, karena cuma dihargai Rp 10 ribu untuk satu porsinya.
Aneka rujak buah juga ditawarkan di warung ini, dengan beberapa variasi pilihan dan harganya serba Rp 8.000.
Ada rujak Madura yang bisa menggoyang lidah kita.
Selain itu, ada rujak petis, rujak gula/manis, rujak dulit kuah, rujak kecut/pasrah, dan rujak cemplung.
Untuk meredakan rasa pedas di lidah, aneka minuman dingin bisa dipesan dengan harga serba Rp 3.000, antara lain air mineral, es nutrisari, dan, es temulawak.
Sedangkan, aneka minuman milkshake dingin hanya dibanderol serba Rp 5.000, yang meliputi es milkshake chocolate, es milkshake strawbery, dan es milkshake oreo.
"Warung rujak ini cocok untuk nongkrong ibu-ibu maupun cewek remaja, khususnya pelajar dan mahasiswa, karena lokasi dan bangunannya asyik dan fancy," pungkas Afid, pembeli rujak dari Kecamatan Glagah, Banyuwangi. (irw)
Editor : Ali Sodiqin