Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Yuk Cicipi Gado-Gado Banyuwangi Kota, Bikin Ketagihan Lho

E. Irwan Suryanto • Minggu, 3 Maret 2024 | 14:10 WIB
Warung gado-gado LLAJ di Jalan Ahmad Yani Banyuwangi.
Warung gado-gado LLAJ di Jalan Ahmad Yani Banyuwangi.

RadarBanyuwangi.id - Rasa gado-gado khas Banyuwangi Kota memang bikin ketagihan lidah kita.

Betapa tidak, rasa bumbunya yang manis dan gurih, sungguh meninggalkan jejak rasa yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Enak, nikmat, lezat, dan maknyus, semua ada di dalamnya.

Mungkin penilaian ini berlebihan, tetapi perpaduan lontong, sayur kubis, kecambah, kentang, telur ayam rebus, kerupuk, dan emping melinjo menyatu dalam sebuah rasa yang memuaskan selera.

Di manakah kita bisa menemukan warung gado-gado dengan cita rasa Banyuwangi itu?

Yang pertama adalah warung gado-gado LLAJ yang gerobaknya mangkal di sebelah Indomart Jalan Ahmad Yani Banyuwangi.

Ada sebidang tanah lapang memanjang ke belakang yang ditempati warung gado-gado ini.

Gado-gado disajikan dalam piring lidi ketika dimakan di tempat.
Gado-gado disajikan dalam piring lidi ketika dimakan di tempat.

Lokasinya di seberang jalan dari kantor FIF Finance atau di sebelah barat jalan raya.

Warung gado-gado ini buka mulai jam 11.00 dan tutup jam 17.00 WIB.

Satu porsi gado-gado dibanderol Rp 15 ribu.
Kebanyakan pembelinya adalah orang-orang yang berkantor di sekitar warung, seperti kantor pemda, sekolah, dan intansi swasta.

Jangan heran bila warung gado-gado ini justru lebih ramai saat hari-hari kerja.

Kebanyakan pembelinya pilih take away alias dibungkus untuk dibawa pulang daripada dimakan di tempat.

Khususnya pada jam-jam makan siang, meski ada juga pembeli yang rela antre untuk makan di warung tersebut.

Kenapa diberi nama gado-gado LLAJ?

Menurut Agus Hariyanto, pemilik warung gado-gado LLAJ, awalnya mertuanya merintis jualan gado-gado di kantor LLAJ (temlat uji KIR) di Jalan Adi Sucipto Banyuwangi.

Kemudian sempat pindah di depan halte bus di pojok utara kantor Pemda Banyuwangi.

Namun, karena dilarang berjualan di tepi Jalan Ahmad Yani, maka akhirnya pindah ke lokasi yang sekarang.

"Kebetulan pemilik tanahnya adalah teman mertua saya," kata Agus.

Agus mengakui bahwa resep bumbu gado-gado itu turun-temurun dari orang tua istrinya.

Nah, sekarang usaha jualan gado-gado itu dilanjutkan oleh istrinya.

"Saya cuma bantu kalau istri saya sedang sholat," imbuh Agus.

Selain di Jalan Ahmad Yani, menu gado-gado juga bisa ditemukan di pusat kuliner Taman Sritanjung Banyuwangi.

Lokasinya persis berada di tengah kota atau di barat Mall Pelayanan Publik.

Di sini lebih mudah parkir kendaraan, karena ada lahan parkir yang luas dan sejuk.

Berbeda dengan Jalan Ahmad Yani yang tidak ada tempat parkirnya, karena bagian barat Jalan dilarang untuk parkir kendaraan.

Mau pilih mana? Makan gado-gado sembari bersantai di Taman Sritanjung atau beli secara take away di Jalan Ahmad Yani? (irw)

Editor : Ali Sodiqin
#gado-gado #Kuliner #Taman Sritanjung #banyuwangi