RadarBanyuwangi.id – Jalan-jalan ke Malioboro, Yogyakarta menjadi impian banyak orang.
Apalagi yang belum pernah berkunjung kesana.
Minuman khas yang sering dijumpai di Jalan Maliboro, Yogyajarta adalah wedang ronde.
Minuman hangat dari seduhan air jahe yang harum dan manis ditaburi kacang goreng dan dicampur dengan irisan kolang-kaling.
Yang lebih khas lagi ada bulatan putih dari adonan ketan putih yang terasa kenyal dan ada kacangnya ketika dikunyah.
Sungguh wedang ronde cocok diseruput ketika musim hujan dan hawa dingin.
Nah, wedang ronde bisa ditemukan di Banyuwangi, sehingga tidak perlu jauh-jauh bepergian ke Yogyakarta untuk menikmatinya.
Di wilayah Kota Banyuwangi, wedang ronde bisa dibeli di Warung Ronde Sukowidi di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Banyuwangi Kota.
Lokasi warungnya berada di tepi jalan raya persis di seberang Laboratorium Kesehatan Parahita atau selatan lampu merah Sukowidi.
Selain menyediakan wedang ronde, ada juga angsle, bubur kacang hijau, dan ketan kirip.
Harga satu cangkir wedang ronde dan angsle hanya dibanderol Rp 8.000 .
“Kami buka mulai sore jam 18.00 hingga malam jam 22.00, tetapi kalau sedang musim hujan dan hawa dingin tutup jam 20.00 karena sudah habis,” kata Yanti, penjual wedang ronde.
Selain bisa dibeli di warung kaki lima, wedang ronde juga bisa dinikmati di restoran, yakni Wita Resto & Cafe di Jalan Adi Sucipto, Banyuwangi.
Lokasinya di timur jalan sebelah utara Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banyuwangi.
Namun harga dan porsinya berbeda dari warung tenda tepi jalan.
Di Wita Resto & Cafe Banyuwangi, satu mangkuk besar wedang ronde ditawarkan dengan harga Rp 18 ribu.
“Rasanya worth it, mencicipi wedang ronde di Banyuwangi Kota langsung teringat Malioboro, Yogyakarta,” ujar Indra, konsumen wedang ronde di Wita Resto. (irw)
Editor : Ali Sodiqin