RadarBanyuwangi.id – Nama Latin ikan lemuru ialah Sardinella lemuru. Tak heran, jika kemudian ikan ini populer dengan sebutan adalah ”sarden”.
Ikan jenis ini biasanya dijadikan sebagai bahan baku produk sarden kalengan di Indonesia. Lemuru juga menjadi yang paling banyak ditemui di perairan Selat Bali.
Nelayan di Pantai Blimbingsari Suwanto Efendi mengatakan, ada banyak sebutan untuk ikan lemuru. Warga lokal di wilayah Rogojampi lebih sering menyebutnya sebagai ikan sempenit.
Beda ukuran lemuru, beda pula sebutannya. Jika beranjak dewasa dan panjang badannya sekitar 12 centimeter (cm) sering disebut protolan.
Ketika badannya mencapai 15 cm disebut lemuru. Sedangkan, kalau ukurannya lebih besar lagi disebut lemuru kucing.
”Tapi ada juga di daerah lain di Bali seperti di perairan Jimbaran, ikan lemuru ini disebut ikan kucing tanpa memedulikan ukuran,” ujarnya.
Suwanto mengungkapkan, lemuru tergolong ikan yang kurang disukai bagi penjual ikan segar karena gampang busuk.
Selain sifatnya yang mudah busuk, hasil tangkapan lemuru segar paling melimpah di pesisir Muncar, Banyuwangi.
”Kalau yang jual setiap harinya selalu ada. Biasanya pagi, setelah diambil dari laut langsung ada yang jual keliling. Cuma agak siang sedikit pasti sudah habis, karena ikan ini gampang sekali busuk,” jelas Suwanto. (tar/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin