Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Disebut Kerupuk Keong Karena Ukurannya Kecil Melengkung seperti Rumah Keong

Dedy Jumhardiyanto • Rabu, 25 Oktober 2023 | 00:30 WIB
MUNGIL: Kerupuk keong bisa jadi pendamping makan utama, juga bisa disajikan untuk camilan.
MUNGIL: Kerupuk keong bisa jadi pendamping makan utama, juga bisa disajikan untuk camilan.

Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kerupuk merupakan salah satu camilan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, kerupuk juga sering menjadi makanan pendamping ketika menyantap makanan utama.

Makanan favorit orang Indonesia ini juga sangat mudah ditemukan. Camilan renyah ini hampir bisa ditemui di setiap rumah, warung makan, hingga restoran.

Kerupuk memiliki jenis yang beragam. Mulai dari kerupuk nasi, kerupuk kulit, kerupuk udang, hingga kerupuk ikan.

Namun, apa pun jenis kerupuk, hampir semuanya cocok di lidah masyarakat. Salah satu yang banyak diminati yakni kerupuk keong.

Kerupuk keong merupakan produk hasil olahan yang terbuat dari bahan baku tapioka. Proses produksi kerupuk ini melewati sejumlah tahapan, mulai dari pembuatan adonan, pencetakan, selanjutnya perebusan atau pengukusan.

Begitu adonan solid sudah jadi, proses selanjutnya adalah mengiris atau mencetak menjadi bentuk yang diinginkan.

Setelah mencapai bentuk dan ketebalan yang diinginkan, proses terakhir adalah pengeringan dengan cara dijemur.

Bisnis kerupuk keong ini bisa menjadi salah satu pilihan memulai usaha rumahan dengan modal kecil.

Ide kreatif bisnis rumahan ini bisa dilakoni oleh anggota keluarga yang belum memiliki pekerjaan atau bagi mereka yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan.

Memulai bisnis kerupuk dapat diawali dari teknik membuat adonan kerupuk, mengetahui alat-alat yang diperlukan dan bahan-bahan yang digunakan, serta mengembangkan usaha kerupuk.

”Kalau kerupuk keong ini bentuknya saja yang mirip rumah keong. Jadi kecil-kecil ukurannya, kalau diletakkan di dalam kemasan bagus,” ujar Sodikin, pengusaha UMKM kerupuk di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Selama musim kemarau, kata Sodikin, merupakan kesempatan untuk membuat stok kerupuk. Pasalnya, jika musim penghujan tiba, ada kalanya usaha kerupuk terhambat faktor cuaca.

Sehingga, saat musim kemarau seperti saat ini pihaknya harus memproduksi lebih banyak kerupuk.

”Kalau musim kemarau bikin stok untuk musim penghujan, tapi memang butuh modal besar dan tempat luas untuk meletakkan simpanan stok kerupuk,” tandasnya. (ddy/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#renyah #cocok di lidah #pengeringan #keong #camilan #kerupuk