Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ratusan Napi Lapas Banyuwangi Belajar Meracik Kopi Langsung dari Ahlinya

Bagus Rio Rohman • Minggu, 13 Agustus 2023 | 22:30 WIB
BELAJAR: Sejumlah napi diajarkan berwirausaha Barista di Lapas Banyuwangi, Kamis (10/8).
BELAJAR: Sejumlah napi diajarkan berwirausaha Barista di Lapas Banyuwangi, Kamis (10/8).

RadarBanyuwangi.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Banguwangi terus membuat terobosan untuk membina para nara pidana (napi) di tempatnya.

Kamis (10/8), seluruh napi diajarkan tentang keterampilan wirausaha dengan belajar barista.

Pelatihan tersebut digelar salah satu organisasi nirlaba yang telah lama memberikan pendampingan rehabilitasi sosial kepada warga binaan Lapas Banyuwangi.

"Jadi kami memang telah melakukan perjanjian kerja sama untuk membantu melakukan rehabilitasi sosial," ujar Kalapas Banyuwangi, Wahyu Indarto.

Wahyu menyebut, pelatihan tersebut bertujuan untuk melatih keterampilan warga binaan. Khususnya dalam pengolahan kopi.

Sehingga dapat membawa manfaat ketika telah selesai menjalani masa pidana.

"Harapannya tentu ketika sudah bebas nanti warga binaan ini dapat mengembangkan keterampilan barista yang telah dimiliki menjadi sebuah wirausaha," jelasnya.

Salah satu organisasi pendamping rehabilitasi sosial, Tutik Handayani mengatakan, pelatihan barista yang diberikan kepada warga binaan tersebut merupakan wujud kepedulian pihaknya.

Sehingga warga binaan dapat memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan untuk mencari sumber penghasilan.

"Meskipun tidak bekerja di kafe. Namun teman-teman ini harapannya dapat menjadi owner dari kafe itu sendiri," ungkapnya.

Tutik menegaskan, organisasi yang dipimpinnya bersedia melakukan pendampingan kepada warga binaan ketika sudah bebas dari Lapas untuk memberikan pelatihan lebih lanjut.

Agar mereka dapat benar-benar menguasai keterampilan barista.

"Bagi temen-temen warga binaan yang ketika bebas nanti masih belum memiliki pekerjaan, mereka bisa menghubungi kami untuk terus kami berikan pelatihan. Karena hal ini juga merupakan salah satu bentuk rehabilitasi sosial untuk pemulihan," jelasnya.

Menjadi seorang barista, kata Tutik, membutuhkan kesabaran yang juga akan berpengaruh terhadap perilaku dalam keseharian dari warga binaan.

"Kita tahu mungkin mereka belum bisa sabar, namun kita latih untuk bisa sabar. Nah itu salah satu korelasinya untuk perubahan perilaku," pungkasnya. (rio)

Editor : Ali Sodiqin
#warga binaan #barista #wirausaha #pelatihan #keterampilan #lapas banyuwangi #napi