Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sayur Empol Hanya Tersedia saat Ada Warga Menebang Pohon Kelapa

Rahman Bayu Saksono • Selasa, 14 Maret 2023 | 20:01 WIB
SEGAR: Sayur empol dimakan dengan sambal dan nasi. (Dedy Jumhardiyanto/RaBa)
SEGAR: Sayur empol dimakan dengan sambal dan nasi. (Dedy Jumhardiyanto/RaBa)
RADAR BANYUWANGI – Sayur empol tidak bisa hadir setiap hari. Bahan baku menu ini bisa ditemukan, hanya saat ada warga yang menebang pohon kelapa.

Banyuwangi punya banyak kuliner unik. Tak hanya unik dari segi cara memasaknya, tapi juga dari bahan bakunya. Salah satu bahan menu masakan adalah empol alias batang pohon kelapa bagian atas.

Agak aneh memang. Karena batang pohon kelapa yang keras, tentu sulit dibayangkan untuk dibuat menjadi makanan. Namun, batang pohon kelapa bagian atas, ternyata memiliki isi atau bagian dalam yang tidak keras. Sehingga, bagian ini mudah diolah.

Empol kelapa banyak digunakan di Banyuwangi sebagai olahan berbagai menu masakan. Rasanya tentu saja enak dengan tekstur empuk dan aroma yang sangat khas. Isi batang pohon kelapa bagian pucuk itu masih muda, sehingga rasanya sama sekali tidak pahit.

Photo
Photo
LANGKA: Batang pohon kelapa bagian pucuk atas dijual di Pasar Rogojampi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

”Kalau di Banyuwangi batang kelapa biasanya dimasak menjadi sayur santan yang sering dijumpai pada acara syukuran atau gotong royong,” ujar Sanusi, 55, warga Desa/Kecamatan Rogojampi.

Empol kelapa merupakan masakan tradisi yang diwariskan oleh orang-orang terdahulu di Banyuwangi. Namun, untuk bisa menyantap menu ini, tentu harus ada yang menebang pohon kelapa lebih dahulu. ”Kalau boleh dibilang masakan yang paling sulit didapat, ya empol kelapa ini. Karena untuk mendapatkannya harus menebang batang pohon kelapa,” jelasnya.

Batang empol kelapa biasanya diperjualbelikan di pasar tradisional dengan ukuran panjang mencapai satu meter. Harganya dibanderol mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu. ”Lebih murah lagi, jika pas ada orang menebang batang pohon kelapa, harganya bisa hanya Rp 10 ribu,” ucap Sanusi.

Kuliner empol kelapa ini biasanya dipadukan dengan daging pada saat dimasak menjadi sayur santan. Sehingga, rasa kuahnya menjadi lebih gurih. ”Teksturnya lembut apalagi kalau dicocol sambal, rasanya lebih nikmat,” tandas Sanusi. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#masakan khas #Empol Kelapa #tradisional #Kuliner