Seledri tak hanya bisa digunakan sebagai bumbu masakan dan garnish. Tapi seledri juga dapat dimanfaatkan untuk dijadikan minuman.
Tanaman dengan nama ilmiah Apium graveolens ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Karena manfaatnya yang tinggi, seledri pun cukup digandrungi di sejumlah negara. Seperti Jepang, Cina, dan Korea.
Lalu apa saja manfaat yang dimiliki oleh seledri? Sayuran ini dikenal memiliki serat yang tinggi dan beberapa kandungan lain. Seperti karbohidrat, protein, dan makro nutrisi. Selain itu, seledri juga mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, folat kalsium, magnesium, kalium, dan kolin. Beberapa jenis antioksidan terdapat dalam seledri di antaranya beta-karoten, lutein, zeaxantin, dan flavonoid.
Khasiat seledri yang paling terkenal adalah dapat menurunkan tekanan darah. Dosen Jurusan Gizi dari Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi Septa Indra Puspikawati mengatakan, seledri mengandung fitokimia yaitu phthalides. ”Senyawa tersebut dapat merelaksasi jaringan dinding arteri untuk meningkatkan aliran darah sehat. Sehingga, dapat menjaga tekanan darah tetap stabil,” ujarnya.
Seledri juga dapat mengontrol kadar gula darah. Daun seledri mengandung ekstrak etil asetat yang berguna dalam menurunkan kadar glukosa darah. ”Seledri dapat dicampur dengan timun untuk dikonsumsi karena memiliki efek lambat terkait kenaikan gula darah,” tutur ibu dua anak itu.
Tidak hanya berguna dalam mengontrol gula darah, seledri juga dapat menurunkan kolesterol dalam tubuh. Khususnya, menghambat perkembangan kolesterol jahat dalam tubuh. Cara menikmatinya yaitu dengan mengonsumsi jus seledri yang dicampur wortel. Penambahan wortel untuk mengurangi bau seledri yang sangat khas.
Selain itu, seledri dapat mencegah kanker. Sebab, kaya akan antioksidan yang dapat menghilangkan radikal bebas pemicu kanker. ”Karena antioksidan yang tinggi dalam seledri seperti beta-karoten, apigenin, dan luteolin berperan sebagai antikanker,” pungkas Septa. (cw4/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono