Itulah mengapa daun pepaya kerap digunakan sebagai obat tradisional meski rasanya pahit. Daun tanaman yang memiliki nama latin Carica papaya ini, bentuknya mirip dengan daun singkong. Tapi, dengan sisi yang bergerigi. Jika dimakan, teksturnya pun tidak berbeda jauh dengan daun singkong, yakni sedikit keras, namun terasa lebih pahit.
Banyak orang mengolah daun pepaya menjadi berbagai macam masakan karena dipercaya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Ini karena daun pepaya juga kaya akan kandungan nutrisi. ”Cara mengonsumsi daun pepaya beragam, mulai dari jus hingga olahan makanan seperti tumis. Yang paling mudah memang direbus dan dicocol dengan sambal,” ujar Wahyuni, penjual nasi di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.
Namun demikian, tulang daun pepaya mengandung getah yang menambah rasa pahit. Untuk itu, sebisa mungkin tidak meremasnya terlalu kuat agar rasa pahit yang ditimbulkan tidak terlalu kuat saat dimakan.
Selain itu, kata Wahyuni, sebaiknya pilih daun pepaya muda, karena daun pepaya yang masih muda memiliki rasa pahit lebih rendah dibanding yang sudah tua. ”Daun muda (pupus) ini biasanya berada di atas pohon, jadi memang agak sulit karena tinggi,” katanya.
Sama seperti buah, bagian daun pepaya mengandung banyak serat, nutrisi yang mendukung fungsi pencernaan. Daun pepaya juga memiliki senyawa unik yang disebut sebagai papain, seperti dilansir Health-Line.
Papain merupakan enzim yang memecah protein besar menjadi protein dan asam amino lebih kecil dan lebih mudah dicerna. Senyawa ini dipercaya mampu mengurangi masalah pencernaan.
Seperti dalam studi pada 2013, penggunaan bubuk papain dari pepaya membantu mengurangi gejala masalah pencernaan termasuk sembelit dan mulas pada orang dengan sindrom iritasi usus (IBS).
Daun pepaya juga dapat mengobati seseorang yang terserang demam berdarah dengue (DBD). Penurunan kadar trombosit meningkatkan risiko perdarahan dan berpotensi fatal jika tak diobati. Hingga saat ini, belum ada obat untuk demam berdarah. Pengobatan yang biasa dilakukan hanya berfokus pada peningkatan cairan tubuh dan trombosit, serta meringankan gejala.
Ada pun salah satu bahan alami yang bisa digunakan untuk meningkatkan trombosit, yaitu daun pepaya. Hal itu dibuktikan dalam studi di 2016, bahwa ekstrak daun pepaya meningkatkan jumlah trombosit pada pasien demam berdarah tanpa efek samping.
Kadar gula dalam darah turut merasakan manfaat daun pepaya. Bahkan, masyarakat Meksiko menggunakan bahan ini sebagai terapi alami untuk mengontrol gula darah. Para peneliti pun membuktikannya dalam studi pada tikus dengan diabetes. Hasilnya, ekstrak daun pepaya memiliki antioksidan kuat dan efek penurun gula darah.
Hal ini dikaitkan dengan kemampuan daun pepaya untuk melindungi sel-sel penghasil insulin di pankreas dari kematian dini. Namun, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan efek serupa dapat terjadi pada manusia. ”Yang jelas banyak dampak positifnya mengonsumsi daun pepaya ini,” tandas Wahyuni. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono