Daun talas berbentuk perisai yang besar. Permukaan daun ditumbuhi rambut-rambut halus yang menjadikannya kedap air karena air akan mengalir langsung meninggalkan permukaan daun. Daunnya dapat digunakan sebagai pelindung kepala bila hujan. Daunnya juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan gurami. Selain itu juga dapat digunakan untuk pembungkus makanan yang dikenal sebagai buntil.
Umbi talas dapat diolah dengan dikukus, direbus, atau digoreng setelah dipotong-potong kecil. Tumbuhan ini ternyata menyimpan khasiat dan manfaat. Umbi daun talas (Colocasia esculanta) dipercaya dapat meringankan sakit maag. Cara pengobatan penyakit maag yaitu ambil secukupnya umbi talas kemudian direbus dan dimakan seperti cemilan pada waktu bersantai. ”Bagus untuk lambung, apalagi jika direbus dan disantap pagi hari saat perut dengan kosong,” ujar Ilham, warga Kelurahan Pengantigan, Banyuwangi.
Ilham mengaku sakit maag yang dideritanya sembuh setelah rutin mengonsumsi umbi talas dengan cara direbus setiap pagi. ”Sampai hari ini masih rutin mengonsumsi umbi talas rebus setiap pagi untuk sarapan,” katanya.
Umbi talas ini, kata Ilham, memiliki rasa yang lezat untuk disantap. Yang terpenting, umbi talas harus dicuci hingga bersih sebelum direbus. Setelah hangat, bagian kulit arinya dibersihkan dan siap disantap. ”Umbi talas ini dikonsumsi tiap hari rutin sangat baik untuk menunjang kesehatan tubuh. Karena umbi talas ini mengandung karbohidrat kompleks dan serat yang juga dapat menjaga kestabilan gula dalam darah,” katanya
Serat dan karbohidrat dalam talas membutuhkan waktu yang lebih lambat untuk dicerna. Hal ini membuat talas dapat memberikan efek kenyang lebih lama. Ketika merasa kenyang, maka dorongan untuk ngemil atau mengonsumsi makanan berkalori tinggi juga akan berkurang.
Oleh karena itu, talas dianggap bermanfaat untuk menjaga berat badan. Namun untuk menjaga berat badan tetap ideal, diperlukan juga pola makan yang sehat dan olahraga yang rutin. ”Pokoknya setelah mengonsumsi umbi talas ini BAB lancar dan tidak bermasalah,” tandasnya.
Hal senada juga dilontarkan Benny S., warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Saat bekerja, dia kerap membawa bekal untuk makan siang di kantornya yang berada di kawasan Jalan Brawijaya Banyuwangi. ”Talas rebus itu lebih mudah dan fleksibel saat dibawa untuk bekal makan siang,” tutur lelaki penyuka seni jaranan Banyuwangi itu. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono