Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Singkong dan Ubi Jalar Berkhasiat Mencegah Sembelit

Rahman Bayu Saksono • Senin, 27 Juni 2022 | 22:20 WIB
Singkong dijual di hampir seluruh pasar tradisional di Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Singkong dijual di hampir seluruh pasar tradisional di Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Tak terlalu memikat selera, memang. Namun jangan remehkan kandungan gizi singkong dan ubi jalar atau yang dalam bahasa Oseng biasa disebut sabrang.

Informasi yang dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) dari sejumlah sumber menyebut, di dalam 100 gram singkong terkandung sekitar 120 kalori dan aneka nutrisi. Di antaranya 38 sampai 40 gram karbohidrat, 1 sampai 1,2 gram protein, 1 sampai 2 gram serat, 300 miligram kalium, 20 miligram kalsium, serta 20 sampai 30 miligram vitamin C.

Selain itu, singkong juga mengandung zinc, magnesium, vitamin A, vitamin B, beragam jenis antioksidan, dan lain-lain. Karena kandungan nutrisinya yang beragam, singkong dipercaya memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, yakni menambah energi, sumber serat dan karbohidrat kompleks, dan mengontrol gula darah.

Setali tiga uang dengan singkong, sabrang alias ubi jalar juga tak kalah bernutrisi. Dalam seratus gram ubi jalar rebus terkandung kalori mencapai 76 kilo kalori, 1,37 gram protein, 0,14 gram lemak, 2,5 gram serat, dan 27 miligram kalsium. Selain itu, terdapat pula 0,72 miligram zat besi, 12,8 miligram vitamin C, dan beragam jenis nutrisi yang lain.

Photo
Photo
BERISI: Pembeli memilih ubi jalar di Pasar Banyuwangi kemarin. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Berkat kandungan nutrisi yang beragam tersebut, baik sabrang maupun singkong sama-sama bisa dijadikan sebagai menu sarapan atau makanan sehat. Tentu akan lebih baik jika konsumsi sabrang dan singkong itu juga ditunjang dengan makanan lain, seperti buah, sayur, dan susu sehingga dapat menunjang pola makan dengan gizi seimbang.

Sementara itu, bagi sebagian orang, polo pendem dinilai sangat membantu kalangan orang tua. Khususnya, mereka yang memiliki buah hati yang sangat susah makan. Biasanya, mereka memasak sabrang atau singkong rebus untuk disuguhkan kepada sang buang hati.

Seperti diutarakan Tresia, 33, warga Kelurahan/Kecamatan Giri, Banyuwangi ini. Dia mengaku, anaknya yang saat ini berusia 10 tahun sangat susah saat disuruh makan. Tidak kalah akal, dia pun memasak singkong rebus dan lantas dihidangkan kepada anaknya. ”Agar si anak mau makan, biasanya singkong rebus itu saya suguhkan bersama selai atau keju parut. Alhamdulillah, si kecil suka,” pungkasnya. (sgt/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#Polo Pendem #ubi jalar #ketela pohon #singkong #Kuliner #ketela rambat