Informasi yang dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) dari sejumlah sumber menyebut, di dalam 100 gram singkong terkandung sekitar 120 kalori dan aneka nutrisi. Di antaranya 38 sampai 40 gram karbohidrat, 1 sampai 1,2 gram protein, 1 sampai 2 gram serat, 300 miligram kalium, 20 miligram kalsium, serta 20 sampai 30 miligram vitamin C.
Selain itu, singkong juga mengandung zinc, magnesium, vitamin A, vitamin B, beragam jenis antioksidan, dan lain-lain. Karena kandungan nutrisinya yang beragam, singkong dipercaya memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, yakni menambah energi, sumber serat dan karbohidrat kompleks, dan mengontrol gula darah.
Setali tiga uang dengan singkong, sabrang alias ubi jalar juga tak kalah bernutrisi. Dalam seratus gram ubi jalar rebus terkandung kalori mencapai 76 kilo kalori, 1,37 gram protein, 0,14 gram lemak, 2,5 gram serat, dan 27 miligram kalsium. Selain itu, terdapat pula 0,72 miligram zat besi, 12,8 miligram vitamin C, dan beragam jenis nutrisi yang lain.
Berkat kandungan nutrisi yang beragam tersebut, baik sabrang maupun singkong sama-sama bisa dijadikan sebagai menu sarapan atau makanan sehat. Tentu akan lebih baik jika konsumsi sabrang dan singkong itu juga ditunjang dengan makanan lain, seperti buah, sayur, dan susu sehingga dapat menunjang pola makan dengan gizi seimbang.
Sementara itu, bagi sebagian orang, polo pendem dinilai sangat membantu kalangan orang tua. Khususnya, mereka yang memiliki buah hati yang sangat susah makan. Biasanya, mereka memasak sabrang atau singkong rebus untuk disuguhkan kepada sang buang hati.
Seperti diutarakan Tresia, 33, warga Kelurahan/Kecamatan Giri, Banyuwangi ini. Dia mengaku, anaknya yang saat ini berusia 10 tahun sangat susah saat disuruh makan. Tidak kalah akal, dia pun memasak singkong rebus dan lantas dihidangkan kepada anaknya. ”Agar si anak mau makan, biasanya singkong rebus itu saya suguhkan bersama selai atau keju parut. Alhamdulillah, si kecil suka,” pungkasnya. (sgt/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono