Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Polo Pendem Masuk Pendapa, Jadi Hidangan Rakyat hingga Pejabat

Rahman Bayu Saksono • Senin, 27 Juni 2022 | 19:04 WIB
TRADISIONAL: Hidangan berupa ubi-ubian dan kacang tanah menjadi menu wajib tamu resmi Pemkab Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
TRADISIONAL: Hidangan berupa ubi-ubian dan kacang tanah menjadi menu wajib tamu resmi Pemkab Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
POLO pendem sudah ”naik kelas”. Image ndeso atau makanan orang miskin yang sempat melekat pun mulai tereduksi. Bahkan, polo pendem kini tak hanya jadi makanan rakyat jelata. Sebaliknya, polo pendem telah dijadikan hidangan untuk para pejabat maupun pesohor negeri yang berkunjung ke kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Dimulai di era kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas. Pria yang memimpin jajaran Pemkab Banyuwangi tahun 2010 sampai tahun 2021 lalu, menerapkan kebijakan untuk menyuguhkan aneka polo pendem rebus atau kukus bagi tamu-tamu daerah yang berkunjung ke Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Seperti singkong dan ubi jalar alias sabrang, kacang tanah, ubi kemili alias kentang rambut atau yang kerap disebut kentang jembut, bentul, dan lain sebagainya.

Bukan itu saja, sajian serupa juga dihidangkan dalam forum rapat-rapat formal jajaran Pemkab Banyuwangi. Pun demikian pada event-event yang digelar pemkab, baik pada event skala lokal maupun Internasional, polo pendem tetap dijadikan hidangan di atas meja undangan, tidak terkecuali meja para tamu kehormatan.

Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemkab Banyuwangi Sandi Dian Ervani mengatakan, kebijakan menyuguhkan hidangan polo pendem di Pendapa Sabha Swagata Blambangan maupun pada acara-acara pemkab itu dimulai pada era kepemimpinan Bupati Anas. Kini, kebijakan tersebut terus berlanjut hingga kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani. ”Bahkan, tamu-tamu privat hingga sekelas menteri pun disuguhi hidangan polo pendem,” ujarnya.

Sandi menuturkan, polo pendem bukanlah makanan khas suatu daerah di Indonesia. Bukan pula makanan kreasi baru. Namun, ada sejumlah pertimbangan yang mendasari kebijakan menyuguhkan polo pendem di pendapa maupun di forum rapat dan event yang digeber pemkab. ”Polo pendem ini mudah didapat. Rasanya pun enak,” ujarnya.

Bukan itu saja, lewat kebijakan itu pemkab juga mengusung misi pemberdayaan masyarakat mengingat polo pendem yang disuguhkan merupakan hasil panen petani lokal. ”Petani kita juga akan bangga. Hasil panen mereka dijadikan suguhan untuk para pejabat dan tamu-tamu penting pemkab,” kata Sandi.

Bahkan bukan hanya polo pendem, pemkab juga menerapkan kebijakan untuk menyuguhkan buah-buahan lokal pada acara atau kegiatan pemkab. (sgt/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#Polo Pendem #Ubi Kayu #ubi jalar #ketela pohon #singkong #Ubi-Ubian