KECIPUT wijen termasuk salah satu kue kering klasik untuk suguhan Lebaran. Salah satu keunggulannya yaitu tahan lama dan tidak mudah basi.
Bentuknya mirip onde-onde. Kue ini terbuat dari bahan tepung dan keju, lalu dibalur dengan wijen. Kue kering ini mungkin dapat menjadi pilihan untuk camilan di rumah atau dapat dijadikan bingkisan untuk orang tersayang.
Kue keciput memiliki rasa manis dan gurih yang disukai oleh orang-orang. Tak hanya itu, bahan dan cara pembuatannya pun cukup mudah.
Memasak kue keciput ini bisa dilakukan sendiri sembari mengisi waktu senggang. Termasuk, saat menunggu waktu berbuka puasa. Tidak perlu oven untuk membuat kue kering sederhana ini, hanya perlu digoreng.
Kue kering goreng ini bercita rasa gurih dengan tekstur yang renyah. Sekilas, bentuknya mirip onde-onde tapi ukurannya lebih kecil dan tidak ada isinya. Kue keciput juga termasuk salah satu kue kering yang tahan lama. Umumnya, kue ini menjadi salah satu sajian di momen Lebaran.
Selain suguhan Lebaran, kue ini juga bisa dijadikan hampers karena awet dan tahan lama. ”Harganya juga murah dan hemat. Proses produksinya juga mudah tidak terlalu ribet,” ujar Yayuk, perajin kue kering asal Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.
Kue yang berbahan dasar tepung ketan ini akan bertambah nikmat dan gurih jika dicampur dengan keju. Tekstur kue keciput menjadi lebih renyah dengan cita rasa premium. ”Kalau tanpa keju kualitas rasanya kurang gurih nikmat,” terang Yayuk.
Harga kue keciput kering ini dibanderol Rp 60 ribu per kilogram. Permintaan kue keciput menjelang Lebaran menurut Yayuk masih cukup tinggi. Dalam sehari, dia bisa menghabiskan 10 kilogram bahan adonan untuk pembuatan keciput ini. ”Mungkin banyak yang suka karena rasanya gurih, isinya di stoples lebih banyak, dan tahan lama alias tidak mudah basi,” tandasnya.
Editor : Ali Sodiqin