”Kelemben-kelemben, roti-roti. Bengen-bengen, saiki saiki.” Itulah petikan wangsalan dalam bahasa Oseng yang artinya beda antara masa dulu, dengan masa sekarang.
Wangsalan itu sangat pas untuk membandingkan kondisi dulu dengan sekarang. Yakni membandingkan kue kelemben dengan roti.
Perlu diketahui, kelemben merupakan jajanan khas Banyuwangi. Kelemben merupakan jajanan bolu kering, dengan rasa manis dan gurih. Hingga era tahun 1990-an, jajanan yang satu ini biasanya hanya disuguhkan saat Idul Fitri dan ketika pesta hajatan.
Namun kini, kelemben bisa ditemukan kapan saja. Fungsinya sudah sama seperti roti bagi masyarakat Barat (Eropa dan Amerika). Bahkan, kelemben bisa ditemukan kapan saja di hampir semua toko kue di Bumi Blambangan.
Untuk harga, beberapa kue klasik alias kue kering tradisional ternyata juga tidak beda jauh dengan kue kering modern. Bahkan terkadang, demi gaya hidup untuk menguatkan nuansa Lebaran sembari bernostalgia, kue kering klasik tradisional bisa jadi lebih mahal harganya.
Editor : Ali Sodiqin