Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kue Patola Rasanya Gurih-Legit, Warnanya Memikat

Ali Sodiqin • Senin, 11 April 2022 | 20:00 WIB
kue-patola-rasanya-gurih-legit-warnanya-memikat
kue-patola-rasanya-gurih-legit-warnanya-memikat

BANYUWANGI - Sepintas mirip kerupuk. Namun, berukuran lebih kecil. Warnanya juga lebih variatif dan memikat, ada merah muda, hijau cerah, dan putih. Namanya kue patola.


Yang membedakan lagi, tak seperti kerupuk yang mudah dijumpai sepanjang tahun, jajanan yang satu ini hanya ”muncul” setiap bulan Ramadan. Ya, kue patola merupakan satu di antara sederet hidangan khas berbuka puasa di Banyuwangi. Makanan berbahan baku utama tepung beras ini biasa disajikan dengan kuah campuran santan dan gula merah. Tak heran, kudapan ini mampu menyuguhkan perpaduan rasa gurih dan legit.


Tak diketahui kapan kue patola diproduksi pertama kali di Banyuwangi. Juga tak ada data yang secara spesifik menyebutkan sejak kapan makanan yang satu ini menjadi jajanan khas Ramadan. Yang jelas, sudah puluhan tahun kue patola menjadi salah satu hidangan favorit warga untuk berbuka puasa.


Seperti diutarakan salah satu produsen patola asal Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, yakni Istifalah. Dia mengaku, resep kue patola yang dia produksi merupakan warisan turun-temurun. ”Ini warisan nenek moyang. Kami hanya membuat kue patola pada bulan Ramadan,” ujarnya.


Istifalah mengaku, dalam sehari dia bisa menghabiskan 50 kilogram (kg) tepung beras. Bahan baku sebanyak itu dapat diolah menjadi 200 keping patola. Proses pembuatannya diawali dengan membuat adonan dari tepung beras. Adonan itu lantas dicetak menggunakan alat cetak khusus yang terbuat dari logam. Setelah itu, adonan yang sudah dicetak tersebut lantas dikukus.


Menurut Istifalah, kebanyakan warga yang memesan kue patola kepada dirinya adalah pedagang. Dia biasanya menjual kue patola tersebut secara borongan. Per kemasan berisi 15 keping patola. ”Sedangkan pedagang biasa menjual kue patola dalam kemasan gelas plastik isi dua keping,” kata dia.


Sementara itu, pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, di pasar-pasar takjil Ramadan wilayah kota Banyuwangi banyak pedagang yang menjajakan kue patola. Harganya pun relatif terjangkau, yakni hanya Rp 5 ribu per gelas.


Salah satu konsumen pasar Ramadan di Jalan Brigjen Katamso, Putri mengaku, kue patola merupakan salah satu makanan favorit untuk berbuka puasa. Dia biasa menyantap kue patola usai minum segelas air putih begitu beduk magrib tiba. ”Setelah itu, salat Magrib, baru makan nasi,” ujarnya sembari tersenyum. 


Editor : Ali Sodiqin