BANYUWANGI - Siapa yang tak kenal kolak? Makanan manis berkuah dengan rasa legit ini menjadi salah satu menu kudapan favorit yang kerap disajikan sebagai menu buka puasa Ramadan.
Kolak juga cukup mengenyangkan jika dikonsumsi sebagai takjil saat berbuka puasa. Selain disajikan hangat, kolak juga bisa disajikan dingin dengan tambahan es batu jika ingin rasanya lebih segar.
Ada beberapa macam kolak, tergantung jenis bahan yang dipilih. Ada kolak pisang, kolak ubi jalar, dan kolak singkong. Cara membuatnya pun relatif mudah.
”Biasanya kolak pisang lebih populer karena bahan bakunya banyak tersedia di pasaran dan harganya juga relatif terjangkau,” ungkap Suwati, salah seorang pedagang takjil Ramadan.
Selain bahan baku yang mudah didapatkan di pasaran, proses pembuatan kolak pisang juga lebih mudah. ”Pisang lebih mudah dikupas ketimbang singkong,” katanya.
Suwati mengatakan, pisang lebih cepat matang dibanding singkong atau ubi yang memiliki tekstur lebih keras. Ukurannya juga bisa dipotong lebih kecil dan disesuaikan dengan selera.
”Pisang lebih empuk dibanding singkong yang cenderung lebih keras dan lumayan butuh waktu lama. Pedagang juga lebih mudah menentukan harga berdasarkan potongan pisangnya,” jelas warga Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi ini.
Pertimbangan lain orang lebih memilih kolak pisang menjadi menu favorit kudapan berbuka puasa karena tekstur pisang yang lebih lembut di mulut. ”Bagi lansia, kolak pisang masih mudah dicerna, dibanding singkong yang teksturnya lumayan keras,” ujar Suwati.
Selama Ramadan ini, Suwati bisa membuat 100 porsi kolak pisang yang dijual dalam bentuk kemasan cup. Harganya juga relatif murah, yakni Rp 5 ribu. Jenis pisang kepok dipilih karena teksturnya yang lembut, rasanya lumayan manis, harga relatif murah, dan banyak dijual pasar. ”Agar lebih sedap, saat proses memasak santan biasa saya tambahkan beberapa lembar daun pandan yang dapat menimbulkan aroma harum dan menggugah selera,” tandasnya.
Editor : Ali Sodiqin