BANYUWANGI - Salah satu menu takjil yang kerap ditemui di bulan Ramadan adalah jenang bedil alias jenang grendul. Disebut demikian karena bentuknya bulat-bulat mirip peluru, dengan teksturnya yang kenyal dan lembut.
Bahan utama jenang ini terbuat dari tepung ketan. Makanan ini memang lezat, apalagi kalau disantap ketika berbuka puasa. Akan sangat menyegarkan. Kekenyalannya yang sempurna mampu membuat jenang grendul ini memiliki banyak penggemar atau penikmat.
Jenang grendul ini sudah menjadi kuliner warisan leluhur dari generasi ke generasi. Cara membuatnya juga mudah. Bahan dasarnya adalah tepung beras, tepung ketan, dan garam. Ketiga bahan ini dicampur dan dibuat adonan dengan cara diaduk menggunakan air panas.
Usai tercampur menjadi adonan, kemudian dibentuk bulat-bulat seukuran peluru mainan anak-anak. Selanjutnya, siapkan satu panci bubur berwarna hijau dari tepung beras. ”Bulatan tepung ketan dan beras tadi dicampurkan, biarkan hingga adonan matang,” ungkap Suripah, salah seorang pembuat jenang grendul.
Setelah itu, bulatan-bulatan ketan dimasukkan ke dalam gula merah yang lebih dulu dicairkan. Adonan ini dipanaskan lagi hingga mendidih dan kental. Setelahnya, jenang tinggal disajikan dengan siraman santan.
Suripah mengaku, selama bulan Ramadan ini jajanan tradisional satu ini mampu menopang penghasilannya. ”Jenang grendul ini memang favorit untuk buka puasa dengan tekstur yang lembut, kenyal, dan rasanya manis,” ujarnya.
Dalam sehari, Suripah bisa mengolah hingga 5 kilogram adonan untuk 100 porsi jenang grendul. Jenang yang sudah dikemas dalam gelas plastik, nantinya diambil sejumlah pedagang takjil di Kecamatan Rogojampi. Takjil ini ternyata cukup digemari pembeli dan selalu ludes terjual. Harganya pun murah, hanya Rp 5 ribu per gelas. ”Lumayan hasilnya bisa untuk Lebaran,” ungkapnya.
Hariyanto, salah satu pembeli jenang grendul mengaku suka menyantap kudapan ini untuk berbuka puasa. Selain rasanya yang legit, jenang grendul ini juga mengenyangkan. ”Disiram santan dan saat dikunyah kenyal, sangat pas kalau untuk berbuka puasa,” tandasnya.
Editor : Ali Sodiqin