Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasar Malam Olehsari, Salah Satu Pelopor Kuliner Tematik

Ali Sodiqin • Senin, 14 Maret 2022 | 16:35 WIB
pasar-malam-olehsari-salah-satu-pelopor-kuliner-tematik
pasar-malam-olehsari-salah-satu-pelopor-kuliner-tematik

GLAGAH – Diakui atau tidak, masyarakat Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, punya andil cukup besar terhadap geliat pasar tematik di Banyuwangi. Bisa dibilang, mereka adalah salah satu pelopor pasar wisata kuliner tematik di kabupaten Sunrise of Java.


Pasar wisata kuliner di Desa Olehsari telah dibuka sejak awal 2018 lalu. Setiap Sabtu malam alias malam Minggu, puluhan warga kompak menggelar dagangan aneka kuliner tradisional. Ada yang menjajakan beragam jajanan, seperti lepet, kucur, cenil, lupis, lanun, serabi, onde-onde, pisang goreng, dan sebagainya.


Selain itu, aneka makanan tradisional juga bisa didapatkan di pasar kuliner tematik yang satu ini. Contohnya nasi tempong, kupat lodoh, lontong sayur, nasi pecel, dan lain sebagainya. Tak ketinggalan, warga juga menjajakan beragam minuman, termasuk kopi hingga jus buah.


Pasar kuliner Olehsari dibuka mulai petang, yakni sekitar pukul 17.00 sampai kurang lebih pukul 21.00. Namun, bagi Anda yang ingin berburu aneka kuliner yang menggugah selera tersebut, disarankan datang lebih awal. Sebab, tak jarang aneka dagangan yang dijajakan oleh warga setempat itu sudah ludes sebelum pukul 20.30.


Seperti diketahui, akhir-akhir ini pasar-pasar temporal dengan barang jualan yang tematik sangat marak di Banyuwangi. Jumlahnya mencapai puluhan dan tersebar di berbagai kecamatan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.


Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, pasar-pasar rakyat sebagaimana yang digelar warga Olehsari menjadi salah satu pengungkit ekonomi level mikro di Bumi Blambangan. ”Ada laju perekonomian yang bergerak. Meski dalam skala mikro, tapi ini akan mampu memicu sektor-sektor lain ikut bergerak,” ujarnya.


Ipuk mengatakan, pasar-pasar rakyat dengan tematik dagangan tertentu terbukti cukup berkembang di Banyuwangi sebelum adanya Covid-19. Tidak terkecuali pasar wisata kuliner Olehsari.


Memang, pandemi Covid-19 sempat membuat pasar-pasar rakyat tersebut tutup alias tidak beroperasi. Namun, seiring kondisi yang semakin membaik, belakangan pasar-pasar itu kembali dihidupkan, bahkan muncul pasar-pasar tematik baru di seantero Banyuwangi. ”Ini adalah bagian dari gerakan Banyuwangi Rebound, sebuah program multisektor untuk membawa Banyuwangi pulih dari pandemi,” pungkasnya.


Editor : Ali Sodiqin