SEPERTI apa malam tahun baru Anda? Budaya tret-tet-tet dengan terompet kertas dan konvoi bermotor rupanya sudah dianggap usang. Kini, warga Bumi Blambangan punya kultur populer di malam pergantian tahun, yakni memasak ikan bakar.
Pesta kembang api, tret-tet-tet suara terompet, konser musik atau pentas hiburan, kerumunan di tempat-tempat publik, hingga kemacetan identik dengan perayaan tahun baru. Namun, lantaran pandemi Covid-19 yang melanda tanah air belum benar-benar berlalu, kebiasaan-kebiasaan masyarakat tersebut mulai terkikis di malam Tahun Baru 2022.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, terkikisnya kebiasaan menyambut tahun baru dengan membunyikan terompet, menonton konser musik, dan sebagainya, sudah tergambar sejak beberapa hari sebelum malam tahun baru. Jika tahun-tahun sebelumnya para penjual terompet sudah bertebaran di kawasan Kota Banyuwangi sejak sekitar sepekan sebelum tahun baru, namun kali ini, hingga dua hari sebelum tahun baru, tidak ada satu pun penjual terompet yang menjajakan dagangannya di tepi jalan atau tempat-tempat publik di Bumi Blambangan.
Selain itu, Pemkab Banyuwangi telah melarang perayaan Tahun Baru 2022 di tempat-tempat publik. Pemkab tidak mengizinkan ruang-ruang publik dijadikan pusat keramaian untuk mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.
Meski demikian, ada satu hal lain yang juga identik dengan malam pergantian tahun, tetap marak dilakukan warga di berbagai penjuru Banyuwangi, yakni pesta ikan bakar. Banyak warga yang merayakan malam tahun baru dengan menggelar pesta ikan bakar bersama keluarga, tetangga, atau teman-teman terdekat.
Tak ayal, permintaan ikan segar di pasaran meroket. Hukum ekonomi pun berlaku, saat permintaan tinggi, harga beragam jenis ikan segar terkerek naik. Terutama jenis ikan segar yang biasanya dimanfaatkan untuk ikan bakar, seperti ikan putihan, kerapu, ketambak, dan kakap merah.
Seperti diutarakan Koordinator Fish Market Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Hilmam. Dia mengaku omzet ikan segar sejak beberapa hari menjelang tahun baru naik dua kali lipat dibanding hari-hari normal. Jika biasanya rata-rata jumlah penjualan ikan hanya sebanyak 30 kilogram (kg), namun sejak sekitar sepekan menjelang malam pergantian tahun, rata-rata dalam sehari dia bisa menjual ikan segar sebanyak 60 kg. ”Bahkan, jumlah penjualan terus meningkat sejak dua hari sebelum malam tahun baru,” ujarnya.
Lantaran permintaan naik signifikan, imbuh Hilman, harga ikan segar ikut meroket. Tidak tanggung-tanggung, peningkatan harga ikan segar tersebut berkisar antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu per kg. ”Harga naik karena permintaan yang tinggi. Selain itu, harga beli dari nelayan juga naik,” pungkasnya.
Editor : Ali Sodiqin