Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ramuan Beras Kencur Jadi Minuman Kekinian, Dijuluki Berken

Ali Sodiqin • Selasa, 30 November 2021 | 21:30 WIB
ramuan-beras-kencur-jadi-minuman-kekinian-dijuluki-berken
ramuan-beras-kencur-jadi-minuman-kekinian-dijuluki-berken


SALAH satu jamu tradisional yang disukai banyak orang adalah beras kencur. Tidak seperti dulu, jamu beras kencur justru bertransformasi menjadi minuman kekinian. Anak-anak muda menyebutnya ”berken”, singkatan dari beras kencur.



Berken kini dikemas dalam kemasan botol yang menarik. Kemasan itu mudah disimpan di dalam kulkas dan praktis dibawa ke mana-mana.



Jamu beras kencur kaya manfaat. Ramuan jamu beras kencur ini dipercaya dapat mengatasi masalah jerawat dan membuat kulit jadi lebih halus. Tidak hanya itu, karena kaya antioksidan beras kencur juga dapat melawan radikal bebas. Minuman tradisional ini juga aman dikonsumsi bagi penderita maag.



Jamu beras kencur juga sangat baik diminum oleh orang yang sembelit atau susah buang air besar. ”Manfaatnya juga baik bagi pencernaan. Kandungan analgesik di dalam minuman ini juga bisa memperkuat imun untuk menangkal penyakit,” ungkap H Suroto, salah seorang pedagang jamu asal Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.



Beras kencur adalah jamu tradisional khas Jawa bercita rasa manis. Beras kencur nikmat dikonsumsi dalam kondisi panas, hangat, maupun dingin. Jamu ini dapat dibuat sendiri dengan mudah di rumah karena bahan-bahannya simpel. Hanya saja dibutuhkan ketelatenan untuk membuat jamu ini.



Suroto menyebut, jamu berbahan herbal alami termasuk beras kencur sebaiknya langsung dihabiskan. Sebab jika diinapkan, dikhawatirkan khasiatnya sudah berubah. ”Sebaiknya setelah buat segera diminum, jangan sampai menginap lebih dari sehari,” jelasnya.



Cara membuat jamu beras kencur cukup mudah. Langkah pertama yakni cuci bersih beras, kemudian rendam dalam air selama satu jam, setelah itu tiriskan. Selanjutnya, rebus asam jawa, gula pasir, gula merah, dan jahe dengan air sampai mendidih. Setelah agak dingin kemudian airnya disaring.



Selanjutnya, untuk ramuan kencur yakni dengan mencuci bersih kencur yang masih segar dengan cara dikupas bagian kulitnya kemudian diiris. Selanjutnya blender beras, kencur, dan air rebusan gula hingga halus. ”Tahap terakhir saring jamu beras kencur dan peras ampas blenderan sampai benar-benar kering dan jamu beras kencur siap disajikan,” terang Suroto.



Jamu sebagai warisan tradisi kuliner Indonesia mempunyai potensi pasar yang sangat besar. Termasuk di Banyuwangi yang notabene merupakan daerah tujuan wisata. ”Mungkin perlu fasilitasi para pelaku usaha jamu ini, untuk dididik dan dilatih bagaimana cara mengemas dan memproduksi jamu yang baik. Termasuk pemasaran jamu ini bisa diintegrasikan dengan pengembangan sektor pariwisata yang ada di Banyuwangi. Tentu saja, dengan kemasan yang lebih bagus dan jaminan proses produksi yang higienis,” tandasnya. 


Editor : Ali Sodiqin
#empon-empon