Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Manisan Pala; Manis Asam dengan Aroma Khas

Ali Sodiqin • Rabu, 12 Mei 2021 | 00:00 WIB
manisan-pala-manis-asam-dengan-aroma-khas
manisan-pala-manis-asam-dengan-aroma-khas


RadarBanyuwangi.id – Manisan pala merupakan salah satu hidangan ”legendaris” saat Idul Fitri di Banyuwangi. Tak hanya masyarakat pedesaan, tidak sedikit juga warga kota yang menyajikan jajanan tersebut saat Lebaran.



Entah siapa yang memulai. Namun, sejak puluhan tahun lalu, banyak warga yang menyuguhkan manisan yang terbuat dari daging buah pala ini saat Lebaran. Bentuknya cukup unik, yakni menyerupai ujung telapak tangan lengkap dengan lima jari. Seluruh permukaannya bertabur gula pasir. Ini menambah daya tarik manisan pala tersebut.



Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro merupakan salah satu sentra produksi manisan pala di Bumi Blambangan. Puluhan kepala keluarga (KK) di desa tersebut menjadi produsen aneka manisan, mulai manisan pala, cermai, asam jawa, hingga manisan pepaya dan tomat.



Kepala Desa Pesucen Maksum mengatakan, produksi manisan pala di desanya ditopang oleh bahan baku yang cukup melimpah. ”Banyak pohon pala tumbuh subur di desa kami,” ujarnya.



Menurut Maksum, selain ditopang dari hasil panen tanaman pala di desa setempat, bahan baku buah pala juga dipasok dari beberapa desa lain. ”Di hari normal, jumlah warga yang memproduksi buah pala sekitar 20 kepala keluarga (KK). Sedangkan saat menjelang Idul Fitri seperti saat ini, jumlahnya meningkat signifikan. Kebanyakan membuat manisan pala untuk keperluan sendiri,” kata dia.



Manisan pala memiliki cita rasa khas. Ada perpaduan rasa manis, asam, dan aroma pala yang cukup menyengat. Aroma khas buah pala inilah yang menjadi daya tarik tersendiri makanan yang satu ini.



Sementara itu, manisan pala terbuat dari daging buah pala yang masih segar. Setelah dikupas, daging buah pala tersebut dipotong-potong hingga berbentuk menyerupai lima jari atau sesuai selera. Selanjutnya, daging buah pala tersebut direbus dan kemudian direndam dengan air kapur untuk mempertahankan tekstur buah tersebut.



Daging buah pala yang sudah direndam air kapur itu kemudian dicampur dengan larutan gula pasir yang sudah dimasak hingga mendidih. Setelah itu, manisan pala yang masih basah tersebut ditaburi gula pasir dan kemudian dikeringkan.



Sementara itu, sejauh ini belum ada rilis maupun jurnal yang menampilkan kandungan gizi manisan pala. Meski begitu, dari bahan-bahan yang ada, manisan pala ini diyakini banyak kalangan sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Yang utama, manisan pala dipercaya bisa menangkal masuk angin. Jajanan ini juga berkhasiat untuk melancarkan pencernaan. Untuk yang punya gangguan sulit tidur, tidak ada salahnya pula mengonsumsi manisan pala ini. (sgt/bay/c1)


Editor : Ali Sodiqin