Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Manisan Cerme; Asam-Manis yang Bikin Nagih

Ali Sodiqin • Selasa, 11 Mei 2021 | 23:00 WIB
manisan-cerme-asam-manis-yang-bikin-nagih
manisan-cerme-asam-manis-yang-bikin-nagih


RadarBanyuwangi.id - Bulat-bulat. Identik dengan warna merah keunguan yang mengkilap. Mempercantik stoples kaca warga Bumi Blambangan. Memperkaya ragam hidangan yang tersaji di meja tamu saat Lebaran.



Manisan cermai. Ada pula yang menyebutnya manisan cerme. Makanan ringan yang satu ini menjadi salah satu primadona warga saat perayaan Idul Fitri. Ada yang suka lantaran makanan ini menghadirkan perpaduan rasa manis dan sedikit asam. Ada pula yang memanfaatkan makanan ini untuk ”mencuci mulut” pasca menyantap opor ayam dan ketupat.



Hernica, warga Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, mengatakan, makan manisan cermai alias cerme memang asyik dan membuat ”ketagihan”. ”Sekali ambil sesendok atau segenggam kecil manisan cerme dari stoples, biasanya tidak cukup. Tambah lagi,” ujarnya.



Hernica menuturkan, meski didominasi rasa manis, namun kesan rasa asam dari cerme masih sedikit tersisa. Menurut dia, justru rasa asam itulah yang menimbulkan kesan menyegarkan dari manisan berbahan dasar buah cermai tersebut. ”Makanya, paling enak dimakan setelah menyantap opor ayam dan ketupat,” kata dia.



Sementara itu, membuat manisan cermai butuh energi yang cukup besar. Betapa tidak, sebelum dimasak, buah cermai harus dilindas terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan air dalam buah tersebut.



Saniah, warga Dusun Kedungliwung, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh mengatakan, setelah dipanen dari pohonnya, buah cermai tersebut harus dicuci bersih lalu ditiriskan. Selanjutnya, letakkan buah cermai itu di atas nampan bambu alias tampah atau nyiru. ”Kemudian lindas atau gilas buah cermai di atas nampan itu menggunakan cobek hingga kandungan airnya keluar semua dan yang tersisa hanya daging buah dan bijinya,” ujarnya.



Langkah selanjutnya, buah cermai yang sudah digilas itu direndam dalam air bersih yang telah dicampur kapur sirih atau yang oleh masyarakat Osing disebut enjet selama sekitar satu jam. Setelah itu, buah cermai itu kembali dicuci bersih dan ditiriskan.



Setelah ditiriskan, buah cermai tersebut siap dimasak. Caranya, masukkan buah cermai dalam wajan. Tambahkan gula pasir dengan perbandingan 1 kilogram cermai dan seperempat kilogram gula. ”Lalu masak campuran cermai dan gula itu dengan api sedang sembari terus diaduk-aduk agar tidak ada yang gosong,” kata Saniah.



Saat dimasak, gula pasir akan mencair. Lanjutkan proses memasak hingga sisa-sisa air dari buah cermai maupun gula pasir yang mencair tersebut mengering. ”Setelah agak kering, tambahkan pewarna makanan untuk mempercantik tampilan manisan cermai,” tuturnya.



Setelah air gula mengering, buah cermai tersebut akan tampak mengilap. ”Itu artinya manisan cermai tersebut sudah benar-benar masak dan siap diangkat lalu dijemur selama beberapa jam,” tuturnya.



Pasca dijemur, manisan cermai siap disajikan atau disimpan dalam stoples. ”Selain untuk kebutuhan sendiri, banyak pula warga yang membuat manisan cermai untuk dijual. Peminatnya lumayan banyak,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)


Editor : Ali Sodiqin