Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Madu Mongso; Jenang Tape, si Legit yang Tahan Lama

Ali Sodiqin • Selasa, 11 Mei 2021 | 19:00 WIB
madu-mongso-jenang-tape-si-legit-yang-tahan-lama
madu-mongso-jenang-tape-si-legit-yang-tahan-lama


RadarBanyuwangi.id – Terbungkus kertas ”layangan”. Makanan ringan dengan cita rasa legit berpadu gurih ini jamak dijumpai di stoples-stoples meja rumah warga –terutama wilayah pedesaan–  di Banyuwangi saat Idul Fitri.



Warga kerap menyebut jajanan tradisional ini dengan sebutan jenang tape. Namun, tidak sedikit pula yang menyebut namanya dengan sebutan madu mongso.



Bagi penikmat jenang tape, selain rasa legit dan gurih, kesan bulir-bulir dengan tekstur lembut sedikit kasar dan agak kenyal, justru membuat makanan ringan tersebut kian nikmat. Apalagi jika dilengkapi dengan minum teh hangat, rasanya kian menggugah selera.



Royani, warga Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, mengatakan meski tanpa bahan pengawet, tape ketan bisa bertahan lama alias layak konsumsi hingga enam bulan. ”Asal disimpan dengan benar. Misalnya di dalam stoples yang ditutup rapat,” ujarnya.



Dikatakan, meski saat ini banyak makanan ringan modern, seperti aneka biskuit, nastar, dan lain sebagainya, namun bagi dirinya, jenang tape tetap lebih nikmat. ”Rasanya legit. Ada gurihnya juga. Nikmat sekali,” kata dia.



Lain halnya dengan Ita, 27, warga Kecamatan Rogojampi, itu mengaku kurang suka tape ketan. Menurut dia, rasa tape ketan terlalu legit hingga terkesan lengket di lidah. ”Manisnya sampai bikin ngelenyer. Meski sudah minum air putih, manisnya seolah masih tersisa,” ujarnya.



Salah satu pembuat jenang ketan, Bu Sri, warga Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, mengatakan, ada beragam bahan yang dibutuhkan untuk memproduksi jenang tape. Selain ketan yang merupakan bahan baku utama, dibutuhkan gula pasir, santan kelapa, dan ragi tape.



Langkah awal, beras ketan ditanak atau dikukus hingga matang. Selanjutnya, ketan yang sudah masak tersebut ditaburi ragi dan lantas didiamkan dalam tempat tertutup selama satu hingga dua hari, hingga akhirnya menjadi tape ketan.



Setelah matang sempurna, tape ketan tersebut siap diolah menjadi madu mongso. Pertama, parut kelapa kemudian campurkan air bersih pada parutan kelapa. Peras kelapa parut tersebut. ”Ambil santan yang kental. Lalu tuangkan dalam wajan. Masak menggunakan api sedang dan aduk-aduk santan tersebut. Selanjutnya, tambahkan gula pasir. Lalu, tuangkan tape ketan. Lalu kembali aduk campuran santan, gula, dan tape ketan itu hingga sekitar tiga sampai lima jam. Tepatnya sampai jenang ketan itu tidak lengket di wajan,” beber Bu Sri.



Bu Sri menuturkan, tape ketan yang sudah tidak lengket di wajan tersebut merupakan pertanda bahwa tape ketan tersebut sudah benar-benar matang. ”Kalau memasaknya benar, tape ketan bisa awet,” kata dia. (sgt/bay/c1)


Editor : Ali Sodiqin