JawaPos.com – Manis rasanya. ”Manis” pula prospek keuntungan yang dijanjikan. Karena itu, sejumlah petani tergiur menanam jambu kristal.
Salah satunya dilakoni Rozik Fanani, petani asal Desa/Kecamatan Licin, Banyuwangi. Sejak Desember 2017 lalu, dia mulai menanam 500 lebih pohon jambu kristal di lahan pertanian seluas 5 ribu meter persegi di Desa Banjar, Kecamatan Licin.
Bukan tanpa alasan Rozik memilih beralih tanaman dari padi ke jambu kristal. Menurut dia, kondisi lahan yang ”hanya” bisa digunakan untuk menanam padi dua kali setahun tersebut, akan lebih menguntungkan jika ditanami tanaman hortikultura. ”Maka saya memilih menanam jambu kristal,” ujar mahasiswa pascasarjana Universitas Jember itu kemarin (2/1).
Rozik mengaku, prospek bisnis jambu kristal sangat menjanjikan. Selain lantaran permintaan pasar cukup tinggi, tanaman jambu kristal bisa bertahan hingga berumur sepuluh tahun. ”Jadi, secara umum biaya produksinya tidak terlalu tinggi,” kata dia.
Dikatakan, selama dua tahun pertama sejak pohon jambu ditanam, tanaman tersebut tidak dibuahkan, melainkan difokuskan untuk pertumbuhan batang. Namun, setelah berumur dua tahun tanaman jambu kristal itu bisa dipanen sepanjang tahun hingga berumur sepuluh tahun. ”Pada akhir 2019 sampai Februari 2020, saya bisa panen sebanyak dua kuintal per pekan. Soal harga relatif stabil. Harga jambu di tingkat petani sebesar Rp 6 ribu per kilogram (kg),” tuturnya.
Setelah tiga bulan panen skala besar, imbuh Rozik, harus dilakukan perawatan tanaman jambu selama sebulan. Perawatan yang dimaksud meliputi pemangkasan ranting yang tidak produktif, pemupukan, penyemprotan, dan lain-lain. Setelah itu, tanaman bisa kembali dipanen dengan hasil panen sebanyak sepuluh sampai 20 kg per hari. ”Sekitar sebulan ke depan, tanaman jambu ini akan panen skala besar lagi,” kata dia.
Rozik mengakui, sejauh ini hasil penjualan jambu belum setara dengan total biaya produksi yang dikeluarkan, yakni mencakup biaya pengolahan lahan, biaya tanam, hingga perawatan tanaman. Namun, dia optimistis bakal balik modal dalam waktu dekat dan ke depan tinggal menikmati keuntungan. ”Apalagi puncak produktivitas jambu akan terjadi saat tanaman berumur lima sampai tujuh tahun,” tambahnya.
Masih menurut Rozik, jambu kristal sangat diminati konsumen lantaran memiliki beberapa keunggulan dibanding jambu biji lokal. Selain rasanya yang lebih manis, jambu kristal memiliki biji yang lebih sedikit dibanding jambu biji biasa. ”Tekstur daging buahnya juga lebih renyah,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)