Radarbanyuwangi.id – Modus kejahatan di Pulau Bali kian beragam dan meresahkan. Kali ini menyasar SM, seorang wisatawan yang tengah berwisata ke Bali.
Korban mengalami kejahatan penipuan dengan modus gendam. Akibatnya uang dalam rekeningnya senilai Rp 102,3 juta amblas. Kejadian yang dialami SM terjadi pada 17 Apilr 2025 lalu.
Saat kejadian korban tengan menikmati suasana pagi di dekat lobi hotel. Sedangkan istrinya berada di kamar.
Tak lama kemudian, korban didatangi seorang pria yang mengaku bernama Adam, asal Brunei.
Pria ini kemudian mengajak SM berbicara.
Tak lama kemudian datang pria lain yang diketahui merupakan , teman Adam yang mengaku bernama Irawan.
Setelah ngobrol lama, kedua pria itu tiba-tiba berbicara tentang bisnis di Indonesia. SM menurut dan lebih banyak diam. .
Kedua terduga pelaku tampak serius ketika mengajak korban berbisnis. Mereka meminta saran kepadanya. Kemudian korban diajak untuk ikut pergi ke ATM BRI.
Tujuannya menyaksikan untuk bertransaksi. Diduga sudah terkena hipnotis, SM menuju ATM BRI yang terletak di Jalan Sunset Road, Kuta.
Setiba di sana, SM diajak masuk ke dalam mesin ATM BRI untuk melihat jumlah nominal uang di ATM milik Irawan.
"Korban juga diminta untuk mengakses ATM pelaku Irawan," beber sumber.
Guna mempercepat transaksi, pelaku bernama Adam kemudian meminta korban sebagai perantara atau menyimpan uang transaksi mereka.
Bahkan, pelaku Adam menjanjikan akan memberikan 1 unit iPhone 16 Pro, apabila SM bersedia menyimpan uang transaksi.
Tak dinyana korban menuruti kemauan pelaku. Alasannya agar lekas diakses oleh Irawan.
Ia menyetujui semua yang diminta. Sehingga tanpa sadar, menyerahkan ATM miliknya dan bersedia bertransaksi.
Usai transaksi, SM pulang ke hotel, dan dua pria itu sudah kabur.
Sesampainya di hotel, pria asal Sumatera Utara ini bertemu dengan istrinya dan menceritakan perihal transaksi yang dialaminya.
SM meminta istrinya untuk mengecek M-banking. Saat mengecek M-banking, tidak ada uang masuk.
Ternyata, uang tabungan mereka amblas, dikuras sebesar Rp 102.300.000.
Pasangan suami istri itu baru sadar bahwa mereka menjadi korban penipuan dengan modus gendam.
Penipuan yang dilakukan oleh kedua pelaku terbilang sangat profesional.
Pelaku diduga sengaja mencari sasaran para tamu yang menginap di hotel yang notabene berduit tebal.
Masalah ini telah dilaporkan ke Polresta Denpasar.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi belum bisa dikonfirmasi terkait laporan penipuan bermodus hipnotis tersebut. "Saya belum mendapat info," singkatnya. (*)
Editor : Niklaas Andries