Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kencan Tak Dibayar PSK MiChat di Denpasar Bali Ngamuk, Warga Gianyar Jadi Korban: Dianiaya Pelaku hingga Ditusuk Pisau

Niklaas Andries • Jumat, 21 Maret 2025 | 20:56 WIB
DIAMANKAN: Tiga pelaku penganiayaan warga Gianyar diamankan polisi
DIAMANKAN: Tiga pelaku penganiayaan warga Gianyar diamankan polisi

Radarbanyuwangi.id – Kesal lantaran pelanggannya tidak membayar ongkos kencan, seorang pria berusia 30, IKY, dikeroyok hingga babak belur oleh dua orang pemuda, SAW, 18, dan SAJ, 16.

Polisi turut mengamankan perempuan yang berprofesi sebagai PSK MiChat, NPS, 19, yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut.

Sementara itu IKY mengalami luka tusukan benda tajam akibat kejadian itu. Peristiwa berdarah terjadi salah satu guest house di Jalan Ahmad Yani Utara, Peguyangan, Denpasar

Peristiwa tersebut membuat warga sekitar berdatangan ke TKP. Kejadian ini lantas dilaporkan ke polisi terdekat.

Tak berselang lama, Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Utara yang dipimpin oleh Kapolsek Denpasar Utara Iptu Wayan Juwahyudhi tiba di lokasi. 

Petugas langsung mengamankan ketiga pelaku dan barang bukti untuk diproses hukum lebih lanjut.

Sementara, IKY dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Peristiwa berdarah itu sendiri bermula dari praktek bisnis lendir yang melibatkan IKY dan NPS melalui aplikasi MiChat.

Lewat aplikasi itu, pria asal Gianyar ini memesan jasa perempuan spesialis kencan online.

Lalu dia tertarik dengan satu dari sekian cewek yang ada dalam aplikasi hijau itu.

Targetnya adalah NPS. PSK ini kemudian menyetujui tawaran Rp 350 ribu sekali kencan.

Keduanya kemudian sepakat check in di kamar guest house sekitar pukul 23.00 WITA.

Setelah berada di dalam kamar dilakukan transaksi kemudian mereka berdua kencan.

Usai berhubungan badan, IKY meminta berhubungan lagi.  NPS meminta bayaran namun IKY mengaku tidak memiliki uang lagi.

Walaupun demikian, lKY memaksanya. Ini membuat NPS tidak terima sehingga terjadilah pertengkaran di dalam kamar.

Keributan mereka pun didengar oleh dua teman NPS yakni SAJ dan SAW.

Dua remaja yang memang sudah menunggu di luar luar kamar langsung menggedor pintu kamar dari luar. Mereka juga mencoba mendobrak pintu. Akhirnya IKY membuka pintu.

Dan saat itu pula SAJ dan SAW menendangnya.

Pengeroyokan pun tak terhindarkan. SAJ yang melihat pisau di atas tempat tidur langsung mengambilnya. Sejurus kemudian menusukkan benda tajam  itu beberapa kali ke tubuh IKY.

NPS tidak ketinggalan. Perempuan ini turut menendang dan memukul korban dengan helm yang diambil di atas motor.

"Akibatnya, IKY mengalami luka tusuk di pinggang kanan dan lengan kanan yang mengeluarkan darah, serta luka memar di kepala. SAJ masih di bawah umur selaku eksekutor," jelasnya.

Motifnya kasus ini dikarenakan  NPS tidak terima dipaksa kencan yang kali kedua tanpa bayar alias gratis.

"Satu pelaku penusukan inisial SAJ adalah anak di bawah umur.  Usut punya usut, tindak kekerasan itu terjadi lantaran korban terlibat cekcok dengan NPS yang merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK)," ungkap Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi. (*)

Editor : Niklaas Andries
#helm #Aplikasi MiChat #Check in #pekerja seks komersial #denpasar #kencan #peguyangan #bali #guest house #psk #tkp