RADAR BANYUWANGI – Gara-gara sakit hati karena istrinya kerap diganggu, seorang warga Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, FPC, 35, menyewa tukang pukul.
Tiga orang dibayar untuk menghajar Dinar Mislani, 35, warga Lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Dinar pun bersimbah darah akibat kena sabetan pisau kerambit pada Minggu (9/3) pukul 19.30.
Pelaku tak hanya melukai Dinar. Kelompok tukang pukul asal Muncar ini juga melukai dua warga Cungking yang berusaha melerai pertikaian.
Keduanya adalah Hari Suselo, 51, dan Iyon, 59. Karena sama-sama menderita luka bacok, Dinar, Heri, dan Iyon harus dilarikan ke RSUD Blambangan untuk menjalani perawatan intensif.
Tanpa butuh waktu lama, aparat kepolisian berhasil meringkus pelaku pembacokan, termasuk otak dari aksi pengeroyokan ini.
Mereka adalah FPC selaku penyandang dana. Pria asal Desa Tapanrejo, Muncar ini yang menyuruh tiga pelaku untuk mengeroyok Dinar.
FPC disebut-sebut sebagai otak dari peristiwa penganiayaan tersebut. Tiga pelaku bayaran tersebut adalah MF, BS, dan AZ. Semuanya warga Muncar.
Kapolsek Giri AKP Budi Mujiono mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal, diyakini FPC merupakan otak dari peristiwa pembacokan tersebut. Dia yang memerintahkan tersangka MF dan dua pelaku lainnya untuk menganiaya Dinar Mislani.
”Korban dianggap mengganggu istri FPC. Kemudian FPC menyampaikan kepada MF dan pelaku lain untuk membuat perhitungan dengan Dinar Mislani. Jika berhasil menganiaya korban, FPC mengimingi uang Rp 2 juta,” ungkap Kapolsek Budi.
Tergiur dengan iming-iming uang, MF dan dua pelaku lainnya menyanggupi tawaran FPC. Maka, berangkatlah ketiganya ke Banyuwangi untuk menemui Dinar.
Sebelum melakukan aksinya, para pelaku lebih dulu menenggak minuman keras. Setelahnya terjadi aksi penganiayaan yang menyebabkan Dinar Mislani dan dua warga lainnya, Hari Suselo dan Iyon terluka. Saat kejadian, FPC juga berada di lokasi, tapi sekadar melihat.
Baca Juga: Kronologi Pembacokan Tiga Warga Cungking Banyuwangi oleh Pembunuh Bayaran Asal Tapanrejo Muncar
Aksi penganiayaan yang dilakukan MF dkk berlangsung di dekat TPU Cungking, tepatnya Jalan Angklung Caruk.
Sebelumnya, pelaku menghubungi Dinar dengan menyaru hendak transaksi jual beli burung berkicau. Begitu Dinar datang, MF dan dua temannya langsung menghajarnya dengan pisau kerambit.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi di TKP, insiden berdarah tersebut bermula saat berlangsung transaksi jual beli burung kicau secara COD (cash on delivery).
Dinar selaku penjual burung kicau, sedangkan MF didampingi dua temannya datang sebagai pembeli.
Saat transaksi itulah, Dinar dan MF sempat berdebat hingga berakhir dengan aksi pembacokan.
Mendengar kegaduhan, dua warga Cungking, yaitu Hari Suselo dan Iyon berusaha melerai pertikaian. Namun, keduanya malah menjadi korban pembacokan.
”Insiden tersebut terjadi saat warga sedang salat Tarawih sehingga lokasi kejadian sepi. Hanya ada beberapa warga yang berada di lokasi,” ujar Asmuni, salah satu warga di sekitar TKP.
Asmuni menyebut, saat pertikaian terjadi suaranya cukup ramai dan sempat terdengar suara orang minta tolong. Mendengar suara minta tolong, sejumlah warga keluar rumah dan berusaha membantu Dinar.
”Warga keluar rumah dan membantu korban dengan mengejar tiga orang pelaku pembacokan. Namun, hanya satu orang yang berhasil diamankan,” jelasnya.
Warga lainnya, Saiful menyebut, insiden berdarah terjadi saat berlangsung transaksi jual beli burung berkicau. Saat itu, tiga orang pelaku berlagak sebagai pembeli burung.
”Infonya pembeli hendak mencuri burung milik korban,” sebut pria 28 tahun tersebut. Saiful menjelaskan, sebelum insiden terjadi, Dinar sempat mem-posting story WA terkait ancaman dari seseorang.
Usai mengeroyok Dinar, Heri, dan Lyono, tiga kawanan tersebut kabur sembari meninggalkan sepeda motor dan pisau kerambit di lokasi kejadian.
Ketiga korban mengalami luka bacok cukup serius. Hari Suselo mengalami luka di bagian wajah, Lyono mengalami luka di bagian belakang kepala, dan Dinar Mislani mengalami luka di bagian kepala dan pinggang.
Selain mendapati pisau kerambit, polisi juga mengamankan satu unit motor Honda Beat dengan nopol P 4849 ZR di lokasi kejadian.
Di TKP aparat kepolisian juga mengamankan sejumlah pasang sandal yang diduga kuat milik korban dan pelaku.
Tak seberapa lama dari insiden berdarah tersebut, polisi mengamankan satu orang pelaku. Dia adalah MF, 25, warga Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar. Pelaku sempat menjadi bulan-bulanan warga saat hendak kabur bersama dua rekannya.
”Peristiwa itu dilatarbelakangi sakit hati. Salah satu korban, Dinar Mislani, dianggap telah mengganggu istri FPC,” tandas Kapolsek Budi. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin