Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sekali Ngebom Ikan Raup Untung Rp 5 Juta; 600 Hektare Terumbu Karang di Wilayah TNB Rusak gara-gara Bom Ikan

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 8 Maret 2025 | 10:30 WIB
PEMAIN LAMA: Empat komplotan pengebom ikan dihadirkan dalam rilis pengungkapan illegal fishing. Mereka menjalankan aksinya mengebom ikan sudah tiga tahun ini.
PEMAIN LAMA: Empat komplotan pengebom ikan dihadirkan dalam rilis pengungkapan illegal fishing. Mereka menjalankan aksinya mengebom ikan sudah tiga tahun ini.

RADAR BANYUWANGI Praktik pengeboman ikan yang dilakukan empat sindikat asal Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, telah merusak kawasan perairan konservasi di wilayah Taman Nasional Baluran (TNB).

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi berupaya menghentikan aksi tersebut supaya tidak merusak kawasan perairan lebih luas.

Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz mengungkapkan, para pelaku merupakan jaringan terstruktur yang telah beroperasi selama tiga tahun.

Mereka menggunakan bom rakitan berbahan peledak tradisional untuk mengejar keuntungan cepat dengan merusak ekosistem laut.

”Inisiator bertindak sebagai penyandang dana dan penjual hasil tangkapan. Setiap kali operasi, komplotan ini mengumpulkan ikan senilai Rp 5 juta. Sementara pelaku lapangan hanya menerima upah Rp 200 ribu,” ungkap Hafidz.

Mantan Komandan KRI Hasan Basri itu menegaskan, aksi pengeboman ikan telah menyebabkan kerusakan parah pada terumbu karang dan biota laut.

Efek ledakan menghancurkan struktur karang di perairan Banyuwangi Utara, bahkan sampai ke area konservasi taman nasional.

Padahal, terumbu karang adalah habitat penting bagi ikan dan penopang kehidupan nelayan tradisional.

”Percuma kita punya fish apartment kalau kemudian dilakukan pengeboman,” imbuh Hafidz.

Keempat pelaku hingga kini masih diamankan di Lanal Banyuwangi. Mereka akan segera diserahkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi sembari menunggu proses penyidikan tuntas.

”Penindakan ini menjadi peringatan bagi pelaku lain. Jangan coba-coba merusak laut hanya untuk keuntungan sesaat. Laut Banyuwangi adalah masa depan generasi kita,” tegas Hafidz.

Kepala Balai Taman Nasional Baluran (TNB) Johan Setiawan menambahkan, pengeboman ikan di perairan Banyuwangi cukup berdampak besar.

Tak hanya di kawasan perikanan, area konservasi laut juga ikut terdampak. Johan mengungkapkan, di kawasan TNB ada 3.000 hektare wilayah perairan konservasi.

Sekitar 20 persen dari wilayah itu atau sekitar 600 hektare wilayah mengalami kerusakan yang diduga akibat bom ikan dan destructive fishing.

Dengan penangkapan yang dilakukan Lanal Banyuwangi, dia berharap aksi destructive fishing di wilayahnya bisa dihilangkan.

Apalagi, kegiatan pengeboman ini dilakukan dengan cara berpindah-pindah sehingga membuat kerusakannya cukup menyebar.

”Sekitar 20 persen wilayah konservasi laut kita rusak. Mungkin ini sudah berlangsung lama, akibat bom dan pancing. Kami mendukung penangkapan pelaku pengeboman ikan,” tegasnya.

Kamis kemarin (6/3) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi menangkap empat warga Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo yang terlibat dalam praktik pengeboman ikan di perairan Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo.

Pelaku diduga telah melakukan aksi ilegal tersebut selama tiga tahun terakhir. Aksinya menyebabkan kerusakan ekosistem laut dan merugikan nelayan di sekitar perairan Wongsorejo dan Selat Bali.

Empat pelaku ditangkap oleh tim gabungan Lanal Banyuwangi bersama Kodim 0825 dan Balai Taman Nasional Baluran.

Tim mengamankan empat tersangka berinisial KR, NF, JM, dan M. Dari lokasi penangkapan diamankan beberapa alat bukti seperti perahu yang digunakan untuk illegal fishing, kompresor, dan ikan hasil tangkapan yang kemudian dikirim ke laboratorium milik Unair.  

”Dalam seminggu mereka bisa beraksi tiga kali. Sebenarnya area lokasinya cukup luas mulai dari perairan Wongsorejo sampai Alas Purwo,” kata Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Bom Ikan #terumbu karang #lanal banyuwangi