Radarbanyuwangi.id – Perilaku warga negara asing (WNA) alias bule di Bali semakin aneh-aneh saja. Lihat bagaimana pola tingkah yang diperlihatkan seorang bule asal Polandia yang satu ini.
Bokszanski, 37, diketahui nekar menghajar anggota Brimob Polda Polda Bali I Gede WA dan satpam Savaya Club Efensius MT, hingga klenger.
Insiden tersebut terjadi tempat hiburan tersebut Minggu (10/11) sekira pukul 19.00. Kini bule lelaki tersebut telah diamankan di Polsek Kuta Selatan.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan peristiwa ini bermula ketika terlihat drone liar masuk di areal kawasan Savaya Club.
Setelah dicek, pilot drone berada di wilayah luar kawasan dan diterbangkan oleh WNA.
"Setelah mencari dan ditemukan sang pilot, sekuriti menegur WNA itu agar jangan lagi menerbangkan drone masuk ke kawasan Savaya. Lalu diminta menghapus foto dan video yang diambil," beber AC salah satu karyawan di Savaya.
Bukannya tunduk, Bokszanski asal Polandia ini malah marah-marah dan mengatakan bahwa yang dilakukan itu di luar kawasan Savaya.
Dia pun langsung melakukan penganiayaan dengan cara memukul menggunakan sebuah botol bir ke dada sebelah kanan.
"Ya setelah menganiaya sekururiti, WNA mencoba kabur. Sehingga Efensius MT menghubungi anggota Brimob I Gede WA yang saat itu sedang bertugas via telepon. Anggota Brimob diminta untuk datang membantu mengamankan WNA tersebut,” katanya.
Sayang, polisi yang dengan pakaian dinas lengkap ini justru dipukul lalu dibanting sehingga mengalami cedera pada pergelangan tangan kanan.
Kemudian datang anggota Brimob Bribda I Made Wisnu Wir dan WNA tersebut diamankan.
"WNA itu langsung di borgol oleh para anggota yang tinggal di Asrama Brimob Tohpati dan dibawa ke Polsek Kuta Selatan sekitar pukul 19.45," pungkas karyawan Sevanya.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi enggan berspekulasi lebih jauh. Juru Bicara (Jubir) Polresta Denpasar ini mengaku belum mendapatkan laporan.
"Saya sama sekali tidak tahu, belum mendapatkan laporan," pungkasnya AKP I Ketut Sukadi. (*)
Editor : Niklaas Andries