Radarbanyuwangi.id – Tim Berantas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Bali melakukan pemeriksaan mendadak di EC Executive Karaoke yang ada di Jalan Imam Bonjol 386 Denpasar Barat Bali pada Selasa (22/10).
Dari kegiatan yang dilakukan mendadak pada pukul 20.30 tersebut, petugas berhasil mendapatkan temuan mengejutkan. Salah satunya diduga seorang oknum polisi aktif dari Polresta Denpasar yang berada di antara 12 tamu yang diamankan tersebut.
Kabar beradar menyebutkan bila setelah penggerebekan, petugas langsung berkoordinasi dengan manajemen tempat hiburan tersebut. "Benar, mereka mengaku dari Tim Berantas BNNP Bali," ujar sumber.
Lebih mengejutkan lagi, karyawan di lokasi menyebut bahwa salah satu tamu yang ditangkap adalah seorang oknum polisi aktif dari Polresta Denpasar. "Karyawan kami mengatakan bahwa petugas tersebut bertugas di Polresta Denpasar," ungkap sumber tersebut.
Pihak BNNP Bali membenarkan penggerebekan ini, menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan hasil pengembangan informasi dari masyarakat.
Informasi yang didapat menyebutkan seorang wanita cantik, yang diduga sebagai bandar narkoba, sedang berada di apartemennya di Denpasar sebelum menuju EC Karaoke.
Tak ingin kehilangan jejak, Tim Berantas BNNP Bali langsung membuntuti hingga akhirnya melakukan penggerebekan di lokasi.
Hasil penggerebekan di dalam room karaoke tersebut cukup mengejutkan, dengan penemuan puluhan gram sabu dan ratusan butir ekstasi yang disimpan dalam tas milik wanita yang diduga kekasih dari oknum polisi tersebut.
Selain itu, tim juga melakukan penggeledahan di apartemen polisi tersebut dan menemukan bong atau alat hisap sabu, meski narkoba tidak ditemukan di lokasi.
"Kamar apartemen polisi ini bersebelahan dengan kamar wanita yang diduga sebagai bandar narkoba," lanjut sumber dari BNNP Bali.
Pihak berwenang menduga kuat bahwa keduanya dan 12 orang tamu yang terlibat adalah bagian dari jaringan narkoba yang lebih besar.
Kini, penyidik BNNP Bali tengah mendalami keterangan dari seluruh tamu yang diamankan untuk mengungkap jaringan narkoba yang masih berkeliaran.
Kasus ini jelas menjadi perhatian serius karena melibatkan seorang aparat penegak hukum.
Namun, terkait penangkapan oknum polisi tersebut, Kabid Pemberantasan BNNP Bali, Kombes Pol I Made Sinar Subawa, S.I.K., M.H., masih belum memberikan banyak komentar.
Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, ia hanya memberikan balasan singkat, "Maaf, saya sedang rapat, nanti ya."
Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, juga belum memberikan keterangan pasti dan menyatakan akan mengecek lebih lanjut mengenai keterlibatan oknum anggotanya.
"Saya cek dulu ya," jawabnya singkat.
Kasus ini semakin menarik perhatian publik, terutama dengan adanya keterlibatan polisi aktif di jaringan narkoba.
Bagaimana kelanjutan kasus ini? Apakah jaringan narkoba yang lebih besar akan terungkap? Kita tunggu perkembangan selanjutnya! (*)
Editor : Niklaas Andries