Adalah KO, 23, seorang sopir truk yang menjadi korban pengeroyokan saat melintas di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Jembrana. Kejadian itu diduga dipicu adanya perselisihan dengan pengendara lain di jalan raya. Akibat insiden tersebut, korban mengalami memar di tubuh dan mata memerah akibat pembuluh darah yang pecah.
Korban selanjutnya segera dilarikan ke RSU Negara untuk mendapatkan perawatan medis. Usai menjalani perawatan, KO mengungkapkan kronologi kejadian.
Saat melintas dari arah Gilimanuk menuju Denpasar, truknya dihadang oleh tiga mobil pribadi yang menyalakan lampu strobo. "Sempat terjadi aksi saling salip, sebelum saya dihentikan dan dikeroyok oleh sekitar sembilan orang yang mengaku sebagai oknum anggota dan wartawan," kata KO.
Menurut korban, insiden pengeroyokan tersebut terjadi setelah salah satu pelaku merasa tersinggung dan melempar truknya dengan botol plastik. Saat KO keluar dari kendaraan untuk menanyakan masalahnya, ia malah dipukuli oleh kelompok tersebut.
Selain pengeroyokan, para pelaku juga sempat mengancam korban dan menuduhnya mengemudi dalam keadaan mabuk. "Mereka mengancam akan melaporkan saya ke polisi, tetapi malah kabur setelah melakukan pengeroyokan," tambah KO.
Meskipun sempat melarikan diri, para pelaku berhasil diamankan oleh aparat Polsek Mendoyo tidak lama setelah kejadian. Kapolsek Melaya, AKP I Ketut Sukadana, membenarkan adanya insiden tersebut.
"Kasus ini sudah kami limpahkan ke Polres Jembrana untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Korban yang masih trauma atas kejadian tersebut berharap para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas tindakan pengeroyokan yang mereka lakukan. (*)
Editor : Niklaas Andries