Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pencurian Uang Rp 105 Juta di Pesantren Masih Gelap

Gerda Sukarno Prayudha • Selasa, 2 Mei 2023 | 22:44 WIB
Photo
Photo
GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Kasus raibnya uang sebesar Rp 105 juta di brankas milik Pondok Pesantren (Ponpes) Imam Asy Syafii di Dusun Kaliputih, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng pada Rabu (14/9/2022), rupanya belum menemui titik terang. Hingga kini pelaku pencurian uang yang rencananya akan dipakai untuk membayar gaji karyawan itu belum tertangkap, kemarin (1/5).

Pimpinan Ponpes) Imam Asy Syafii, Ustad Muhammad Yahya, 50, mengatakan, sampai sekarang masih belum mendapat kabar baik dari pihak kepolisian. “Masih belum (terungkap kasusnya), sampai mana penyelidikannya juga tidak tahu,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Yahya mengatakan, sejak dilaporkan ke polisi pada September 2022 lalu, pencuri uang di pesantrennya masih belum tertangkap. Ia menduga pelaku dari internal pondok pesantren. “Yang kami curigai sebenarnya ada, tapi biar polisi yang menyelidiki,” ungkapnya.

Tanpa menyebut nama, Yahya menduga orang yang mencuri uang di pesantrennya itu salah satu jamaah yang sering beribadah di pondoknya. “Orang itu sejak hilangnnya uang pesantren tiba-tiba menjaga jarak dengan pesantren, kami curiganya dia, tapi kan tidak ada bukti,” ungkapnya.

Kapolsek Genteng, Kompol Sudarmaji menyebut masih terus melakukan penyelidikan terkait pencurian uang ratusan juta di pesantren itu. Pihaknya sudah memanggil pengasuh pesantren untuk dimintai keterangan. “Masih dilanjutkan proses penyidikan, tapi kami akui sangat sulit,” ujarnya.

Kesulitan membongkar kasus tersebut, masih kata Sudarmaji, lantaran minimnya barang bukti di lokasi kejadian. “Barang bukti baru brankas, tidak ada kerusakan di pintu kantor karena memang tidak dirusak,” katanya seraya menyebut kamera CCTV di lokasi kejadian tidak berfungsi.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, brankas berisi uang tunai sebesar Rp 105 juta milik Pondok Pesantren (Ponpes) Imam Asy Syafii di Dusun Kaliputih, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng dibobol maling pada Rabu (14/9/2022) sekitar pukul 07.30.

Brankas yang mulanya disimpan di ruang keuangan pesantren itu, ditemukan santri sekitar pukul 16.00 di selokan yang ada di belakang pondok pesantren. “Brankas ditemukan di selokan sudah kosong,” terang Kapolsek Genteng, Kompol Sudarmaji.

Menurut Kapolsek, brankas berisi uang pesantren sekitar Rp 105 juta itu diketahui hilang sekitar pukul 07.30. Saat itu, salah satu pengurus pesantren Dian Anggriyani, 40, asal Dusun Tugung, Desa/Kecamatan Sempu masuk ke ruang keuangan dan melihat kotak besi tempat menyimpan uang sudah tidak ada. “Brankas yang hilang itu diletakkan di belakang kursi kerja Dian,” jelasnya.(sas/abi)

  Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#pesantren #bobol #Brankas #pencurian #ponpes