Polisi yang mendapat laporan ada pencurian ini, kini tengah melakukan penyelidikan. Untuk barang bukti (BB), dua gembok selep padi yang dirusak pelaku, kini diamankan di polsek. “Kita tengah mengumpulkan bukti dan minta keterangan saksi,” terang Kapolsek Cluring melalui Kanitreskrim, Iptu Yaman Adinata.
Menurut Kanitreskrim, pencurian di selep padi ini diketahui sekitar pukul 05.00. Saat itu, lima pegawai yang akan mengambil sekam bekas gilingan padi, melihat ada mesin gerinda tergeletak di lantai menuju ruang pengering. “Mereka (saksi) curiga karena ada gerinda tergeletak di situ,” kata Kanitreskrim.
Kecurigaan kelima orang itu bertambah kuat saat melihat pintu ruangan pengering sudah terbuka. Para saksi itu, kemudian masuk ke ruangan pengering untuk memastikan keadaan. “Ternyata tembok bagian utara pabrik selep jebol, diduga dijebol pelaku pencurian,” katanya.
Melihat kondisi selep padi yang tidak wajar, kelima saksi melapor ke pemilik selep, Markutik. Mereka kembali ke pabrik selep untuk mengecek. “Saat dicek kabel sepanjang 60 meter menuju dinamo hilang,” cetusnya.
Selain itu, jelas dia, mesin las yang ada di ruangan dapur juga raib. Dari hasil olah TKP yang dilakukan, pelaku beraksi pada dini hari. “Korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi