Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sumber Serat yang Mudah Ditemukan

Rahman Bayu Saksono • Jumat, 9 Desember 2022 | 13:35 WIB
Mulya Agustina, Dosen Prodi Gizi Stikes Banyuwangi
Mulya Agustina, Dosen Prodi Gizi Stikes Banyuwangi
PADA Pedoman Gizi Seimbang, mengonsumsi makanan yang beragam sangat disarankan. Termasuk mengonsumsi beraneka ragam sayur dan buah.

Ya, sayuran sebagai sumber vitamin, mineral, dan antioksidan. Vitamin yang terkandung dalam setiap sayuran berbeda-beda. Maka dari itu, mengonsumsi sayuran yang beragam juga disarankan. Jika konsumsi kita lebih ”berwarna” dan beragam, manfaatnya akan jauh lebih baik dibandingkan jika hanya mengonsumsi satu jenis sayuran.

Untuk mendapat asupan vitamin A, misalnya, kita disarankan mengonsumsi sayuran atau buah-buahan yang berwarna kuning, oranye, atau merah. Sedangkan untuk sayur-sayuran hijau, seperti daun pepaya, bayam, dan lain-lain, relatif kaya kandungan vitamin C, asam folat, dan baik untuk sistem imun. Serta vitamin E dan kalsium pada sayur yang berwarna putih dapat mengendalikan kolesterol dan tekanan darah.

Namun demikian, untuk beberapa kondisi, sayuran hijau sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Misalnya bagi penderita asam urat. Penderita asam urat harus menghindari purin yang banyak terkandung di sayuran hijau dan kacang-kacangan.

Purin adalah zat alami yang dapat ditemukan dalam tumbuhan dan hewan. Pada umumnya, sayuran memiliki kandungan purin lebih tinggi dibandingkan daging. Purin yang masuk ke dalam tubuh selanjutnya akan dimetabolisme menjadi asam urat. Oleh karena itu, mengurangi makanan tinggi purin dapat membantu mencegah tingginya kadar asam urat.

Sementara itu, selain vitamin dan mineral, salah satu manfaat yang paling dicari pada sayuran adalah serat. Sayuran dan buah merupakan sumber serat pangan yang sangat mudah ditemukan dalam bahan makanan. Konsumsi serat yang rendah dapat menimbulkan penyakit degeneratif.

Maka dari itu, jika kita melakukan program diet atau penurunan berat badan, selain membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, dianjurkan mengonsumsi cukup buah dan sayur. Peran serat pada kondisi kelebihan berat badan yakni menunda pengosongan lambung, mengurangi rasa lapar, dan membantu pencernaan. Konsumsi buah dan sayur yang dianjurkan yakni tiga hingga lima porsi dan didukung dengan pola hidup aktif dan olahraga, serta memantau berat badan. (sgt/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#Sumber Serat #kolom #artikel #Sayur-Mayur #opini