Berkenaan dengan pakan ternak tersebut, dahulu kita mengenal konsep hijauan makanan ternak (HMT). Namun, belakangan konsepnya bergeser menjadi tanaman pakan ternak (TPT). Jadi, sesuatu tanaman yang bisa dimakan oleh ternak, bisa dikatakan sebagai TPT.
Banyak HMT maupun TPT yang biasa digunakan kalangan peternak Banyuwangi. Untuk sapi, bagaimana pun, makanannya pokoknya harus rumput. Meskipun pakan tersebut dilengkapi dengan tambahan bekatul, mineral, konsentrat, dan lain sebagainya.
Nah, masyarakat kita banyak menggunakan berbagai jenis rumput untuk pakan ternak. Yang pertama adalah rumput lapangan alias rumput yang biasa dijumpai di berbagai tempat. Entah di persawahan, di kebun, dan sebagainya. Rumput jenis ini biasa diambil oleh orang dengan menggunakan sabit alias ngarit.
Rumput lapangan digemari karena memiliki beberapa keunggulan. Yakni lebih gampang dicari karena tumbuh di mana-mana. Teksturnya juga relatif halus. Namun, kandungan protein rumput hanya sekitar delapan sampai sembilan persen.
Selain rumput lapangan, tidak sedikit pula peternak yang memanfaatkan rumput gajah sebagai TPT. Dahulu, rumput jenis ini sangat banyak dibudidayakan warga.
Memang, kandungan protein rumput yang satu ini tergolong rendah, yakni hanya sekitar sepuluh persen. Kekurangan lain rumput gajah adalah kulitnya relatif keras dan berduri tajam. Namun keunggulannya, produksi rumput gajah sangat tinggi.
Mengacu keunggulan dan kekurangan tersebut, akhirnya masyarakat berinovasi. Rumput gajah tersebut dikreasi menjadi silase untuk meningkatkan kadar protein. Sehingga volume pakannya banyak, proteinnya juga naik.
Selain itu, banyak juga warga yang menanam rumput raja. Kadar protein rumput raja ini lebih tinggi dibanding rumput gajah. Tetapi duri-durinya masih relatif kasar. Rumput raja lebih banyak digunakan untuk silase guna meningkatkan protein dan menghilangkan duri-duri rumput tersebut.
Selebihnya, yang akhir-akhir ini paling banyak digunakan oleh peternak adalah rumput pakchong. Meski secara fisik terlihat sama, tetapi rumput yang satu ini memiliki duri yang lebih halus dibandingkan rumput gajah dan rumput raja. Tulangan daun rumput pakchong juga lebih lunak dibandingkan rumput gajah. Kandungan proteinnya juga lebih tinggi, yakni hampir 12 persen. Hanya saja, produksinya tidak sebanyak rumput gajah.
Lebih dari itu, ada lagi pula rumput odot. Kandungan proteinnya lebih tinggi lagi, yakni hampir 15 persen. Tetapi produksinya rendah karena batangnya pendek. Rumput ini lebih banyak dimanfaatkan peternak untuk pakan kambing. Sebab, kambing membutuhkan pakan yang mengandung protein tinggi.
Selain rumput, ada beberapa TPT yang digunakan untuk kambing. Oleh masyarakat lokal kerap disebut rambanan. Rambanan yang paling umum ditanam masyarakat Banyuwangi adalah gliricidia atau yang lazim disebut rasidi. Karena kandungan proteinnya sangat tinggi, yakni sekitar 21 persen.
Selain gliricidia, ada pula tanaman kaliandra. Kandungan proteinnya hampir sama dengan gliricidia. Biasanya ditanam untuk naungan pohon kopi. Selebihnya, sekitar tiga tahun lalu, mulai nge-tren TPT baru, yakni indigovera. Ini sangat luar biasa, proteinnya sekitar 30 persen. Sangat bagus untuk pakan kambing. Terutama kambing perah. (sgt/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono