Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menciptakan Pertahanan Tubuh Melalui H2O

Ali Sodiqin • Jumat, 25 Maret 2022 | 13:00 WIB
menciptakan-pertahanan-tubuh-melalui-h2o
menciptakan-pertahanan-tubuh-melalui-h2o


SETIAP hari, informasi perkembangan kasus Covid-19 belum sepenuhnya mereda. Termasuk turunan jenis baru yang dikenal dengan varian Omicron. Meskipun gejala yang timbul akibat Omicron ini masih belum diketahui pasti perbedaannya dengan varian sebelumnya. Namun, varian ini disebut memiliki sifat yang lebih mudah menular dan menyerang kekebalan tubuh.



Seiring dengan perkembangan kondisi saat ini, sikap masyarakat mulai terlihat jenuh dan lelah. Masyarakat harus beraktivitas secara terbatas karena imbauan protokol kesehatan. Namun, kebutuhan menyambung hidup harus selalu terpenuhi dan membuat sebagian masyarakat banyak melakukan aktivitas di luar. Meskipun telah menerapkan protokol kesehatan, namun risiko penularan akan tetap ada.



Guna menjaga tubuh untuk tetap sehat dan kekebalan imun terjaga, masyarakat tidak boleh abai dengan kebutuhan jasmani selama masa pandemi ini. Ajakan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) telah banyak diserukan oleh pemerintah. Semua ini demi kesehatan dan keselamatan bersama. Selain menerapkan PHBS, ada hal lain yang juga bisa dilakukan masyarakat untuk menjaga imunitas dalam mencegah risiko penularan Covid-19, yaitu dengan menerapkan konsep HOO (H2O).



HOO atau H2O adalah singkatan dari Hati, Otak, dan Otot. Sinergi dan kolaborasi antara ketiganya dapat menciptakan iman yang kuat. Didukung dengan stimulus dan pikiran yang baik dari otak, akan mewujudkan perilaku yang baik pula.



Konsep ini juga berkaitan dengan sikap dan perilaku manusia yang dipengaruhi oleh hati, otot, dan otak. Penerapan konsep ini dapat dilakukan oleh masyarakat dari semua kalangan tanpa modal yang besar. Mana yang lebih dominan dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Semua tergantung individunya, namun ketiganya harus tetap saling bersinergi.



 



Hati



Dalam konsep HOO, hati di sini memiliki peran sebagai perasaan yang perlu ditanamkan dalam diri. Mengarah kepada keimanan seseorang, masyarakat diimbau untuk dapat lebih dekat kepada Sang Pencipta, percaya bahwa setiap musibah yang dihadirkan adalah ujian yang bisa dilalui, dan ikhlas dengan apa yang terjadi.



Sejatinya masyarakat tidak hanya membutuhkan positive thinking saja, melainkan juga positive feeling. Menurut Erbe Sentanu dalam bukunya yang berjudul Quantum Ikhlas, positive feeling jauh lebih powerful dibandingkan dengan positive thinking. Sebab, positive feeling menggunakan vibrasi yang tinggi, bersifat cinta, damai, dan penuh kasih. Sehingga, vibrasinya lebih dekat dengan vibrasi Tuhan.



Dalam H.R Ahmad dan al-Darimi, Rasulullah SAW juga pernah bersabda ”Mintalah fatwa pada hatimu. Kebaikan adalah sesuatu yang membuat hatimu tenang dan keburukan adalah sesuatu yang membuatmu gelisah”.



Khusus dalam menyikapi kondisi pandemi saat ini, jika dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat bisa meningkatkan iman kepada Tuhannya. Orang yang beriman akan senantiasa berzikir, berdoa, atau mendekatkan diri kepada Tuhan. Sehingga, hati akan lebih tenang dan tenteram. Maka, dengan begitu masyarakat juga dapat lebih ikhlas dalam menerima atau menghadapi kondisi saat ini. Percaya bahwa jalan Tuhan akan selalu ada dalam memberikan kemudahan dan menjawab setiap doa.



 



Otak



Otak merupakan bagian fisik dari manusia yang bersifat krusial. Otak menjadi magnet paling utama dari tubuh manusia. Di dalam otak manusia terdapat banyak neurotransmitter yang berfungsi untuk mengendalikan mood. Jika salah satu neurotransmitter berlebih, tentunya dapat mengganggu perasaan dan sekaligus memengaruhi pikiran.



Layaknya tubuh, otak juga dapat dilatih agar tetap sehat. Meskipun umumnya otak manusia yang digunakan untuk berpikir secara sadar hanya 12% dan 88% lainnya digunakan sebagai kekuatan bawah sadar. Namun, otak harus terus bergerak. Semakin otak dilatih, maka otak akan semakin berkembang. Performa dan fungsinya juga akan ikut semakin baik.



Peran otak dalam menyikapi pandemi ini adalah menyelaraskan hati nurani yang telah menanamkan ikhlas dan tenang supaya mood terkendali dengan baik. Ketika otak telah merangsang diri dengan sikap yang tenang, maka pikiran yang dihasilkan adalah pikiran yang positif. Selain itu, peran otak dalam manajemen problem solving juga penting. Setiap penyelesaian masalah baiknya dikelola dengan manajemen kalbu yang baik. Termasuk dalam menyikapi segala isu terkait Covid-19. Jangan mudah percaya atau dipengaruhi informasi yang belum jelas kebenarannya. Bijaklah dalam menyaring berita.



Apabila diri dapat bersikap baik dalam memfilter informasi yang dikonsumsi, maka seseorang tersebut lebih mudah dalam menanggapi dan menjalani kehidupan di era pandemi. Sehingga, risiko terjadinya stres berlebih atau depresi yang berdampak pada penurunan imun tubuh dapat diminimalkan.



 



Otot



Secara fungsi, jika dilihat dari usia, semakin berumur maka kemampuan otot memang akan melemah atau menurun. Diketahui bersama, otot juga perlu dilatih dan dijaga kesehatannya agar dapat berfungsi dengan baik. Aktivitas fisik secara rutin serta mengonsumsi nutrisi yang bergizi seimbang dapat dijadikan salah satu cara untuk melatih otot.



Peran otot dalam penerapan konsep HOO atau H2O yakni berkaitan dengan sikap dan perilaku manusia sehari-hari. Apabila otot telah rutin digerakkan dan dilatih, maka dapat membantu tubuh menciptakan kekebalan imun yang cukup. Sehingga, hal ini dapat menjadi benteng pertahanan tubuh dalam mengendalikan penularan korona. Sebaliknya, apabila otot jarang digunakan dan dilatih maka akan menurunkan fungsi otot itu sendiri dan perkembangannya tidak maksimal (hipertrofi otot).



Dari ketiga hal di atas, semuanya saling berkaitan dan bersinergi dalam membantu mewujudkan kesehatan tubuh dengan imun yang kuat. Bermula dari hati nurani yang ikhlas dalam menghadapi kondisi saat ini, memicu timbulnya pikiran positif karena otak mampu memfilter sumber stres yang masuk dalam diri dan mewujudkan tubuh atau otot yang sehat untuk beraktivitas. Ketika semuanya selaras, maka tercipta imun yang kuat.



Maka dari itu, masyarakat dapat mengambil sikap bijak dari informasi penerapan konsep HOO atau H2O dalam menyikapi kehidupan saat ini di era pandemi. Harapannya, melalui HOO yang baik dan seimbang dapat membantu mengendalikan penularan korona dari diri sendiri, selain dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga, masyarakat dapat memiliki tameng lebih saat beraktivitas di luar rumah meskipun kondisi pandemi masih tinggi. (*)



 *) Ketua Stikes Banyuwangi. Ketua Forum Banyuwangi Sehat.



Editor : Ali Sodiqin
#kesehatan #artikel #refleksi #catatan #opini