ADALAH kurikulum dengan desain dan implementasinya yang menjadikan suatu bangsa menjadi terdepan sejalan dengan perkembangan zaman. Tidak berlebihan kiranya kalau pemerintah terus sampai meluncurkan episode demi episode dalam membentuk dan mencerdaskan rakyatnya sehingga sampailah ke episode 15 Merdeka Belajar. Peluncuran episode ini adalah episode yang banyak ditunggu oleh ribuan sekolah dalam melaksanakan dan sekaligus menjadi penggerak dari kurikulum merdeka. Ini ditunjukkan dengan betapa banyaknya para guru dalam mengikuti workshop atau diklat kurikulum dengan paradigma baru atau dengan kurikulum prototipe walaupun berbayar sebelum peluncuran episode ini.
Tepatnya tanggal 11 Februari 2022, sekolah sudah diberi keleluasaan untuk melaksanakan kurikulum merdeka yang sebelumnya kurikulum prototipe yang hanya bisa dilaksanakan oleh sekolah – sekolah penggerak. Untuk menerapkan Kurikulum Merdeka ini setiap satuan pendidikan dapat mengambil peran dalam menyukseskan kurikulum merdeka ini dengan mendaftar pada tautan kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id sampai tanggal 31 Maret 2022.
Lantas, apa yang menjadi perhatian bagi kita semua pada peluncuran episode 15 merdeka belajar ini? Pertama kurikulum merdeka dan kedua platform merdeka mengajar. Pemerintah telah memberikan 3 opsi dalam menentukan kurikulum yang akan dipakai pada jenjang satuan pendidikan, yaitu satuan pendidikan dapat tetap menerapkan kurikulum 2013 secara penuh, opsi kedua satuan pendidikan juga dapat menerapkan kurikulum darurat yaitu Kurikuulm 2013 yang disederhanakan dan satuan pendidikan dapat memilih Kurikulum Merdeka sebagai opsi ketiga sesuai kesiapannya.
Pada kurikulum merdeka pun, satuan pendidikan masih diberi tiga pilihan dalam mengimplimentasikan, yaitu menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan. Kedua, menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan. Opsi ketiga, menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar.
Ada pun kelebihan dari Kurikulum Merdeka ini dijelaskan bahwa ada beberapa hal yang menjadi perhatian yaitu struktur kurikulum yang lebih fleksibel, jam pelajaran ditargetkan untuk dipenuhi dalam satu tahun, fokus pada materi yang esensial, capaian pembelajaran diatur per fase, bukan per tahun, memberikan keleluasaan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik dan aplikasi yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk dapat terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik.
Dengan kata lain kurikulum ini memberikan perhatian guru pada tiga aspek sebagai berikut:
Pertama, fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya sehingga belajar menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan.
Kedua, mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik.
Ketiga, pembelajaran diberikan melalui kegiatan proyek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi profil pelajar Pancasila.
Tidak cukup sampai di sini. Ada beberapa fasilitas lain yang disediakan untuk keberhasilan penerapan kurikulum ini antara lain menyediakan perangkat ajar: buku teks dan bahan ajar pendukung, pelatihan dan penyediaan sumber belajar guru, kepala sekolah, dan pemda serta jaminan jam mengajar dan tunjangan profesi guru (Perubahan struktur mata pelajaran tidak merugikan guru menggunakan Kurikulum 2013 dan akan tetap mendapatkan hak tersebut). Yang tersebut terakhir ini yang selama ini menjadi pertanyaan sebagian besar para guru sudah terjawab dan tidak ada keraguan lagi untuk ikut menyukseskan pelaksanaan kurikulum merdeka ini.
Selain itu, penerapan Kurikulum Merdeka juga didukung oleh Platform Merdeka Mengajar. Platform Merdeka Mengajar membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman untuk menerapkan Kurikulum Merdeka yang juga dapat berfungsi sebagai ranah mengajar, belajar dan berkarya. Akhir kata, transformasi pendidikan benar-benar akan berjalan dengan cepat, ketika semua satuan pendidikan ikut berpartisipasi dalam menyukseskan program episode 15 ini. Selamat mencoba. (*)
*) Guru SMA Negeri 1 Situbondo.
Editor : Ali Sodiqin