BENCANA memang tidak bisa kita cegah, juga tidak bisa disangka. Bencana dapat terjadi kapan dan di mana saja, serta dapat menimbulkan kerugian harta, benda, maupun korban jiwa. Namun sebagai manusia, kita hanya dapat meminimalkan dampak yang dibawanya.
Beberapa pekan ini marak berita tentang bencana kebakaran rumah. Penyebab kebakaran paling banyak diduga akibat korsleting listrik. Dengan maraknya kebakaran akibat korsleting listrik, artinya cermin bagi kita semua untuk lebih bijak dan benar dalam menggunakan listrik.
Di era modern, listrik merupakan sesuatu hal yang sangat pokok dan menjadi kebutuhan primer. Sebab, listrik dapat mempermudah manusia melakukan segala aktivitas di rumah maupun di tempat kerja. Misalnya saat bangun tidur saja, aktivitas kita langsung bersinggungan dengan listrik. Anak melihat televisi, istri menanak nasi dengan magic jar, mengisi daya ponsel, dan seterusnya.
Tetapi bila kita kurang hati-hati menggunakan listrik, pasti dapat menimbulkan ancaman. Salah satunya adalah ancaman tersengat aliran listrik bahkan kebakaran.
Penyebab Korsleting
Korsleting listrik atau short circuit adalah suatu hubungan pendek di mana terjadi aliran listrik yang mengalir tidak sesuai yang diinginkan. Dengan nilai hambatan (tahanan) yang sangat kecil sehingga menyebabkan terjadinya lonjakan arus listrik yang cukup besar. Peristiwa korsleting dapat menimbulkan lompatan bola api dalam bentuk percikan api, bahkan timbul ledakan bila tegangan tinggi. Lompatan bola api ini akan menyebabkan kebakaran jika terkena bahan yang mudah terbakar. Korsleting juga bisa mengakibatkan pemadaman.
Penyebab korsleting listrik cukup beragam. Seperti penggunaan material yang sudah tidak standar, dan seterusnya. Salah satu contoh penyebab korsleting misalnya, sering ditemukan pada lubang stop kontak yang longgar dan masih dipaksa untuk digunakan. Bila sebuah tusuk kontak sudah tidak erat lagi (longgar), sehingga akan menyebabkan aliran listrik tidak sempurna dan memunculkan percikan api. Terlebih cara penggunaannya ditumpuk untuk menghidupkan beberapa beban yang lain.
Dari percikan api yang timbul, bisa membuat instalasi akan padam dan korslet/konslet. Karena penghantar yang bermuatan arus positif akan bersinggungan dengan penghantar yang bermuatan arus negatif. Selain konslet bisa menimbukan kebakaran.
Hal itu kadang tidak disadari. Padahal percikan api awalnya akan membakar bodi stop kontak yang terbuat dari plastik, selanjutnya bisa membakar sekitarnya bila stop kontak terpasang pada bahan mudah terbakar seperti kayu, bambu, dan lain sebagainya.
Selain itu, hal yang menyebabkan korsleting adalah penggunaan penghantar/kabel yang berukuran kecil. Sering kita jumpai penghantar berukuran kecil pada stop kontak deret (stop kontak tambahan biasanya bisa dirakit sendiri).
Stop kontak deret adalah stop kontak yang berbentuk panjang/bulat dan berisi lebih dari satu lubang stop kontak. Pada stop kontak deret, penghantar yang digunakan adalah penghantar serabut berukuran kecil. Terkadang penghantar yang digunakan adalah yang murah untuk membunyikan sound system (kabel serabut kecil warna hitam–merah). Justru hal seperti itu yang membahayakan, karena pada stop kontak deret yang terbiasa dirakit sendiri dengan penghantar/kabel dengan berukuran kecil, selanjutnya dibebani beban yang besar, maka dipastikan kabel akan meleleh karena panas.
Misal, dalam satu deret terdapat tiga lubang stop kontak dengan ukuran penghantar yang kecil. Lubang satu dibebani kulkas, lubang kedua untuk isi daya ponsel, dan lubang ketiga untuk magic jar. Semua itu digunakan dengan waktu lama dan bersamaan. Dengan beban besar seperti itu, penghantar akan panas. Bila tidak kuat, penghantar (kabel) itu akan meleleh, terbakar, dan menimbulkan korsleting. Akibat korsleting ini, aliran listrik bisa padam atau bisa membakar daerah sekitar yang mudah terbakar.
Tips Menghindari Korsleting
Korsleting listrik sangat menakutkan, terlebih bagi orang yang awam tentang dunia kelistrikan. Namun, bila instalasi listrik di rumah terpasang dengan cara yang baik dan benar, maka risiko terjadinya korsleting atau tersengat aliran listrik bisa kita hindarkan.
Di sini, penulis memberikan beberapa tips menghindari dan meminimalkan korsleting di rumah.
Pertama, awali dengan memasang instalasi listrik pada orang yang kompeten di bidang kelistrikan.
Kedua, gunakan peralatan instalasi listrik seperti saklar, stop kontak, fitting lampu, maupun penghantar yang bermutu dengan berlogo Standar Nasional Indonesia (SNI), Lembaga Masalah Kelistrikan (LMK), dan Standar PLN (SPLN). Untuk pemilihan penghantar, pilihlah yang sesuai dengan jenis peruntukan dan kuat hantar arusnya.
Ketiga, gunakan listrik di rumah sesuai kemampuan daya yang ada. Jangan melebihi kapasitas daya yang terpasang. Bila pengaman instalasi pada perlengkapan hubung bagi menggunakan boks MCB, pilihlah MCB dengan ampere yang sesuai dengan daya yang terpasang. Bila boks menggunakan fuse book/sekring jika suatu saat patron leburnya putus, jangan sekali-kali menyambung kembali dengan penghantar yang lebih besar. Karena setiap patron lebur sudah mempunyai standar dalam menerima beban.
Keempat, menggunakan stop kontak harus benar. Jangan sering menumpuk beban pada satu stop kontak. Gunakan satu stop kontak satu beban. Penting lagi dalam pemasangan tusuk kontak ke stop kontaknya jangan longgar dan harus erat. Hal ini guna menghindari timbulnya percikan api. Kita bisa menggunakan stop kontak deret, tapi dengan catatan penghantar yang tersambung pada stop kontak deret harus berukuran besar. Sebaiknya satu lubang stop kontak satu beban yang terpasang.
Kelima, matikan perangkat elektronik selepas dihidupkan, dengan lepas tusuk kontak/beban yang terpasang pada stop kontak setelah selesai digunakan. Jangan membiasakan tusuk kontak selalu stand by terpasang dengan waktu yang lama pada stop kontak.
Keenam, jangan biarkan lampu menyala secara terus dalam waktu lama. Matikan lampu bila meninggalkan ruangan atau rumah. Selain demi keselamatan dari bahaya panas, juga menghemat dalam pemakaian energi listrik.
Ketujuh, lakukan perawatan berkala terhadap instalasi listrik seperti memeriksa kondisi kabel, stop kontak, saklar, dan seterusnya minimal lima tahun sekali. Bencana tersengat listrik atau kebakaran akibat korsleting bisa kita hindari sejak dini. Semua itu tergantung dari diri kita.
Bila kita bijak menggunakan listrik, kemungkinan bencana itu bisa dihindari. Perlu diingat, dalam membeli perlengkapan listrik jangan takut rugi. Jangan sampai ingin murah tapi risikonya nyawa, atau bahkan bisa mengundang kebakaran yang membahayakan lingkungan sekitar. (*)
*) Asmen Teknik KONSUIL Area Banyuwangi.
Editor : Ali Sodiqin