SUATU hari, datang seorang teman kepada saya. Ia menangis di hadapan saya. Padahal jika Anda mengenalnya, pasti akan selalu dibuatnya tertawa. Kepribadiannya sangat humoris. Jangankan menangis, sedih saja jarang. Sehingga saya terkejut melihatnya menangis. Yang menyebabkan ternyata impiannya ditertawakan teman-teman kampusnya. ”Mana bisa anak tukang sayur jadi Perdana Menteri!” Dia merasa dikucilkan karena status sosial keluarganya.
Bagi seseorang, mungkin ada beberapa hal yang tidak bisa dipilih dalam hidup ini, yaitu kita akan terlahir dari rahim seorang keturunan mana? Dibesarkan dalam lingkungan seperti apa? Dan mempunyai saudara-saudara yang bagaimana? Semua itu adalah takdir. Takdir yang sudah ditetapkan Sang Pencipta kepada hamba-Nya.
Guru saya, KH Muhammad Hasyim Syafaat pernah berkata dalam pengajian Ikhya’ Ulumuddin, bahwa setiap jiwa yang terlahir di dunia ini merupakan sebuah fitroh atau sesuatu yang suci. Yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, adalah orang tuanya. Itulah mengapa pendidikan dan lingkungan keluarga menjadi salah satu faktor terpenting dalam perkembangan karakter seorang anak.
Misalnya seorang lahir dari lingkungan pesantren, sejak kecil dijejali ilmu agama, kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang agamis. Berbeda dengan seorang yang terlahir dari lingkungan preman yang cara mendidiknya kasar, mungkin kelak ia akan tumbuh menjadi pribadi berwatak keras dan tidak mau kalah.
Namun, itu semua tidak akan menjadi penentu kita masuk surga atau neraka. Karena seseorang yang lahir dari lingkungan yang kurang baik pun, akan memasuki fase memilih. Memilih untuk terus berada pada zona nyaman yang begitu-begitu saja, atau memilih sesuatu yang lebih baik untuk menjadi pribadi yang dekat dan dicintai Tuhan.
Dalam siklus kehidupan, tidak peduli Anda lahir dari lingkungan seperti apa, manusia akan menemui masalah. Entah seperti apa Anda akan menyikapi masalah tersebut, itulah yang dinamakan pilihan. Pilihan untuk meratapi masalah yang ada atau bangkit, tersenyum, lalu menghadapi masalah dan melanjutkan kehidupan.
Jika merasa hidup Anda biasa saja, mau melakukan sesuatu tapi terbendung kondisi sosial, mau berprogres tapi ekonomi keluarga tidak mendukung, yang perlu dilakukan hanya ambil sebuah buku kecil dan tulis semua yang Anda inginkan di buku itu. Anda ingin keliling dunia gratis, ingin pergi haji satu desa gratis, ingin jadi artis, dan sebagainya. Tulis semuanya dan mintalah pada Tuhan. Karena sesungguhnya Tuhan Mahakaya dan memiliki segalanya.
Jangan pernah takut bermimpi. Impianmu milikmu. Tak peduli seberapa banyak yang mencaci, Anda berhak memperjuangkan impian. Anda bebas dan berhak ingin menjadi siapa saja.
Selama Anda mempunyai impian yang tinggi dan cita-cita yang kuat, serta usaha dan doa. Latar belakang keluarga, masa lalu, bahkan tidak penting lagi. Buktikan pada mereka yang tidak suka, bahwa kita mampu mewujudkan apa yang kita mau. Saat semua mimpi itu telah digapai, jadikan kisah kehidupan dan proses sukses itu menjadi motivasi bagi orang lain. ”Bermimpilah, karena hari tidak selamanya malam. Boleh jadi malam ini kamu bermimpi menjadi apa saja, dan esok nanti saat kamu terbangun impian itu telah menjadi kenyataan.”
Karena kita memang harus bermimpi setinggi langit ketujuh. Jika Anda terpeleset dan terjatuh, setidaknya mimpi kita masih jatuh ke langit keenam. Sukses memang sulit, tiket ke surga memang mahal, hanya orang-orang yang siap berjuang dan berusaha, yang bisa mendapatkannya.
Dalam kehidupan, kita adalah peran utamanya! Tulis cerita kehidupan kita sendiri, dan jangan biarkan orang lain berani mengusiknya. Atau bahkan sampai mengubahnya. Jangan peduli apa dan seperti apa pemikiran orang lain terhadap kita dan impian kita. Jika masih kuat, dengarkan dan jadikan semua kritik bahkan cacian orang lain itu sebagai motivasi sukses. Karena kesuksesan adalah cara membalas dendam paling sederhana. Jika Anda sudah tidak kuat dengan apa yang mereka katakan, maka tinggalkanlah. ”Bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkan mereka dengan cara yang baik,” begitulah firman Tuhan dalam kitab-Nya.
Ibarat menonton film, pasti Anda akan senang terhadap tokoh utama yang baik dan akan jengkel dengan pemeran yang jahat. Begitupun di dunia nyata. Tuhanmu akan lebih senang terhadap hamba yang berperilaku baik daripada yang sering menyusahkan orang lain. Maka dari itu, dalam kehidupan jadilah pejuang yang berproses dengan kebaikan.
Masa lalu adalah sebuah pelajaran, bukan hukuman. Jangan pernah mau jadi orang rata-rata yang tidak memiliki tujuan dalam hidupnya. Jadilah pribadi yang memiliki semangat tinggi untuk sukses dan terus memperbaiki diri.
Hidup tidak usah dibuat rumit, tidak usah merasa sulit, asal kamu tidak maksiat, bisa menjadi pribadi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi banyak orang serta tidak mengusik hidup orang lain itu sudah cukup. Jadi, selamat berjuang, ciptakan sebuah kisah menarik dan paling berkesan dalam kehidupan. Seperti apa pun lingkungan keluarga kita, itu tidak penting. Karena cerita suksesmu, Anda sendiri yang menciptakan. (*)
*) Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, Institut Agama Islam Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.
Editor : Ali Sodiqin