MENURUT Endraswara, dalam buku Metodolgi Penelitian Faklor, yang disebut lagu anak-anak ialah lagu yang bersifat riang dan mencerminkan etika luhur. Lagu anak merupakan lagu yang biasa dinyanyikan anak-anak. Lagu anak biasanya dikenalkan kepada anak pada masa taman kanak-kanak (TK).
Lagu anak menjadi metode yang efektif untuk pembelajaran anak-anak. Dengan menyuarakan lagu atau bernyanyi, anak akan merasa senang, bahagia, gembira, dan anak dapat terdorong untuk lebih giat belajar.
Tetapi amat disayangkan, perkembangan lagu anak kini tak seberkembang lagu-lagu remaja atau dewasa. Hal tersebut menjadi suatu masalah dan tantangan tersendiri bagi orang tua dan masyarakat untuk dapat beradaptasi atau mengenalkan kembali lagu-lagu anak kepada anak atau saudara mereka. Pengenalan lagu anak yang notabene berisi tentang keseharian anak-anak atau membentuk karakter anak sejak kecil semakin minim.
Lagu anak kini mulai tersingkirkan dengan berkembangannya industri musik lokal maupun internasional. Yang mengakibatkan tersingkirnya penyanyi cilik dan pencipta lagu anak itu sendiri.
Dari hasil survei yang penulis lakukan, yang ditujukan kepada mereka generasi 2000-an mengaku, 8 dari 10 lebih hafal lagu modern daripada lagu anak-anak dan 9 dari 10 lebih mengenal judul dan penyanyi lagu modern daripada lagu anak-anak. Banyaknya lagu-lagu remaja yang ditayangkan pada saat ini, mulai memengaruhi perkembangan psikologis anak sehingga anak-anak lebih memilih lagu remaja dibandingkan lagu anak-anak.
Anak-anak zaman sekarang tak lagi mengenal Pak Kasur pencipta lagu Naik Delman ataupun Ibu Soed pencipta lagu Pelangi dan juga A.T. Mahmud pencipta lagu Anak Gembala, dan masih banyak lagi yang lain.
Menjadi peran penting untuk orang tua dan guru yang merupakan suri teladan anak. Hendaklah bisa memilah dan memilih lagu yang layak dikonsumsi oleh anak. Lagu anak yang bisa membentuk karakter menjadi pilihan terbaik bagi orang tua dan guru daripada mendengarkan lagu bertema dewasa kepada anak.
Karena pada umumnya lagu remaja sampai dewasa berisikan tema cinta, patah hati, bahkan selingkuh. Hal seperti ini belum layak dikonsumsi anak pada masa-masa perkembangannya membentuk karakter pada masa kanak-kanaknya. Semua itu tidak baik bagi perkembangan jiwa anak-anak dengan lagu-lagu yang dihafalkan bisa menjadi pengaruh buruk.
Dengan itu pula, peran orang tua sangat penting bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, dan berkreasi, sesuai dengan kebutuhan umurnya masing-masing. Oleh karena itu, kepopuleran lagu-lagu anak menjadi faktor utama untuk dikembangkan kembali dengan berbagai materi sederhana dan mudah dicerna oleh anak-anak. Lagu-lagu anak sebagai sarana untuk memberikan informasi dan pembentukkan karakter. maka makna yang terkandung pada lagu-lagu tersebut bisa sebagai contoh dan teladan oleh anak-anak. (*)
*) Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo.
Editor : Ali Sodiqin