Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Memetik Ibrah (Pembelajaran) Lewat Traveling

Ali Sodiqin • Minggu, 12 Desember 2021 | 18:00 WIB
memetik-ibrah-pembelajaran-lewat-traveling
memetik-ibrah-pembelajaran-lewat-traveling


WISATA merupakan tempat-tempat indah yang ada di dunia ini. Khususnya negeri kita tercinta yakni Indonesia. Yang di mana dalam negeri ini, terdapat pulau-pulau dari ujung barat (Aceh) sampai ujung timur (Papua), atau yang kerap disebut dari Sabang sampai Merauke.



Yang mana setiap pulau itu, pasti terdapat sebuah wisata. Entah itu wisata religi atau pun wisata alam. Wisata religi mencakup tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah keagamaan, seperti halnya makam Wali Songo, dan lain sebagainya.



Sedangkan wisata alam mencakup tempat-tempat yang memiliki keindahan, seperti halnya pantai-pantai, air terjun, dan lain sebagainya. Sehingga kegiatan wisata ini menjadi suatu kebutuhan seluruh umat. Terutama bagi masyarakat modern yang kadang sebagian orang menjadikan berwisata sebagai gaya hidupnya.



Ada juga sebagian masyarakat yang menjadikan berwisata sebagai jalan keluar untuk memulihkan rasa yang penuh dengan aturan. Ada juga yang menjadikan berwisata sebagai ajang mencari perenungan tentang kebesaran Tuhan. Dan masih banyak lagi niat masyarakat dalam berwisata.



Dari itu, kita tidak bisa pungkiri, kalau sebagian umat, entah umat muslim atau pun nonmuslim, pasti senang melakukan berwisata. Entah ke tempat-tempat yang menebarkan pesona keindahan untuk dipandang atau pun direnungi. Atau pun berwisata ke tempat-tempat yang melambangkan keagamaan (religius).



Nah. untuk kita yang senang berwisata, supaya traveling yang kita lakukan tidak sia-sia, setidaknya kita harus berniat berwisata untuk mencari ibrah (pembelajaran) atau pun merenungkan makna yang ada dari keindahan alam tersebut. Karena setiap wisata yang ada itu, entah wisata religi atau pun wisata alam, pasti memiliki makna. Yang mana makna-makna tersebut harus kita jadikan sebagai pembelajaran dalam kehidupan sehari hari.



Dari itu perlu kiranya penulis menyebutkan sedikit ibrah (pembelajaran) yang kita dapatkan dari berwisata tersebut. Ibrah itu kita akan dapatkan dengan memikirkan makna yang ada dalam wisata tersebut. Di antara pembelajaran itu adalah:



Pertama; menghilangkan rasa stres.  Di mana pun orang berada, pasti akan ada stres. Khusus di waktu pandemi ini, entah stres karena pekerjaan, kesepian, dan lain sebagainya. Nah, sebelum stres itu berdampak buruk pada diri ini sebaiknya kita harus menghilangkan dengan cara mengelilingi dunia atau pun wisata yang ada di daerah kita masing-masing. Supaya stres yang ada dalam diri ini cepat hilang dan hati kita menjadi normal kembali.



Kedua, pikiran jadi lebih rileks/ terbuka. Bekerja setiap hari bahkan setiap jam pasti akan membuat tubuh ini menjadi lelah dan pikiran menjadi mengambang, belum lagi tugas-tugas yang menumpuk yang membuat hati kita terbebani. Dari itu, luangkan waktu ada sedikit untuk menjajal wisata yang ada. Sehingga membuat dan membantu tubuh dan pikiran kita jadi lebih rileks dan terbuka.



Ketiga; meningkatkan kreativitas. Kreativitas adalah kemampuan diri ini untuk menciptakan suatu yang baru. Yang mana kreativitas itu dapat kita kembangkan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Tetapi pasti setelah kita mengunjungi suatu tempat khususnya wisata, pasti ada saja suatu yang ingin kita sampaikan, dari itu kita bisa sampaikan lewat tulisan untuk dijadikan sebagai kreativitas yang kita miliki.



Keempat: wawasan kita semakin bertambah. Socrates, salah satu mbahnya para filsuf, memiliki pandangan bahwa pengetahuan dan kebahagiaan adalah dua hal yang saling berkaitan. Bagi Socrates, semakin orang berilmu, semakin luas wawasannya, semakin terbuka jalannya menemukan kebahagiaan. Dari itu, di antara cara menambah wawasan itu adalah dengan mengelilingi atau mencari wawasan yang ada di setiap daerah atau pun wisata yang ada.



Kelima; lebih bertambah rasa untuk menghargai alam. Mencintai alam dengan sepenuh hati kita merupakan salah satu tugas yang sangat penting. Karena Tuhan menciptakan alam semesta ini yang begitu indahnya untuk makhluk di bumi ini. Bukan hanya untuk dijadikan tempat kita berwisata saja tapi perlu kita mencintai dan merawatnya, karena dengan mencintai dan merawat alam ini, maka dari hati kita pasti akan timbul rasa cinta dan peduli dengan lingkungan alam sekitar kita. Itu semua dapat kita lakukan pasti dengan mengunjungi wisata yang ada di sekitar kita.



Itulah beberapa manfaat yang kita dapatkan dari mengelilingi wisata alam yang ada. Dan masih banyak lagi yang kita dapatkan dengan mengelilingi alam ini. Dari itu saja, kita bisa mempelajari berbagai macam ilmu, adab, serta cara, mendekatkan diri terhadap Tuhan yang telah menciptakan kita.



Sebelum itu, perlu kiranya penulis menambahkan sedikit dari penelitian ilmuwan, supaya kita lebih memperhatikan alam yang ada di dunia ini. Di antara manfaat liburan bagi tubuh juga pernah di jelaskan para ilmuwan dari Stanford University dalam jurnal Proceedings of The National Academy of Science.



Penelitian itu membuktikan kalau piknik yang di lakukan hanya dengan cara berjalan jalan di alam bebas, merupakan cara ampuh untuk mengurangi pikiran negatif. Dari itu kita bisa simpulkan kalau berwisata itu cukup baik entah untuk kebugaran tubuh, sekaligus untuk mengaktifkan mindset yang kurang fokus, menjadi pikiran yang semula negatif menjadi pikiran yang positif.



Karena itu, wahai anak muda, segera mengepak tas dan jelajahi dunia. Sebelum kita terlambat, karena menurut survei, 75 persen orang di atas 35 tahun menyesal karena tidak sering liburan di waktu muda. (*)



*) Mahasiswa Santri. Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ibrahimy, PP. Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo.


Editor : Ali Sodiqin
#universitas ibrahimy #artikel #refleksi #catatan #opini