Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Apa Kabar Bahasaku?

Ali Sodiqin • Sabtu, 27 November 2021 | 00:35 WIB
apa-kabar-bahasaku
apa-kabar-bahasaku


BANGSAKU bangsa Indonesia. Bahasaku bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah suatu bahasa yang menjadi identitas negara Indonesia berada dalam naungan bumi pertiwi Indonesia tercinta. Bahasa Indonesia adalah pembentuk jati diri, identitas dan semangat nasionalisme negara merah putih.



Jadi, sudah sampai mana kemajuan bangsa Indonesia ini? Jika bahasa tercinta kita, masih terus dianaktirikan oleh tuannya sendiri.



Mari kita mengingat beberapa tahun lalu, bahasa yang digunakan dalam proses pembelajaran di Indonesia. Pada tahun pertama silam, pengantar di RSBI atau SBI yang digunakan 25% bahasa Inggris dan 75% bahasa Indonesia, pada tahun kedua bahasa pengantarnya 50% bahasa Inggris dan 50% bahasa Indonesia, pada tahun ketiga 75% bahasa Inggris dan 25% bahasa Indonesia. Kedwibahasaan dalam proses pembelajaran tidak bisa disalahkan, namun setidaknya bahasa pengantar pembelajaran yang utama semestinya tetap melestarikan bahasa Indonesia.



Melihat pernyataan ini, begitu sangat miris di mana angka persentasenya berbanding terbalik antara pengantar bahasa Inggris dengan pengantar bahasa Indonesia. Pendidikan di Indonesia berada di persimpangan jalan. RSBI merelakan Indonesia tertelan globalisasi, memang negara yang menguasai dunia globalisasi kebanyakan negara yang me-global seperti menjadi patokan terbesarnya dalam orientasi kemajuan zaman seperti Amerika, Inggris, dan Jerman.



Jika yang dicita-citakan oleh negara Indonesia hanyalah suatu kemajuan, mengapa tidak memanfaatkan aset yang sudah kita miliki saja. Salah satu caranya, dengan memanfaatkan bahasa Indonesia. Coba kita tengok ke negara Jepang, ia mampu menjadi negara yang maju tanpa mengorbankan jati diri bangsanya. Dalam hal kemajuan teknologi, informasi, dan transportasi, dengan mengalihkan bahasa-bahasa yang ada dalam produk asing yang masuk ke bangsanya.



Dengan itu, saya mengharapkan bangsa Indonesia dapat mengubah dan memperbaiki dunia kebahasaan yang ada. Agar banyak yang mengetahui keseluruhan bahasa Indonesia yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Di sisi lain, kita juga bisa tengok ke negara Brunei Darussalam, ia merelakan jati dirinya demi globalisasi dunia dengan mempertangguhkan bahasa Melayu. Pada akhirnya ia tidak memiliki jati diri dan identitasnya.



Di luar sana, sebenarnya bahasa Indonesia banyak sekali yang merindukan karena begitu khasnya bahasa Indonesia. Yang dirindukan dari bahasa Indonesia yaitu keramahan dan kesantunan bahasa Indonesia pada penduduk lokal. Hanya, kita kurang bangga memiliki bahasa sesopan bahasa Indonesia.



Mari kita mencintai negara kita, dengan melestarikan bahasa Indonesia. (*)



*) Santri dan Mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.



 


Editor : Ali Sodiqin
#artikel #refleksi #catatan #opini