PEMERINGKATAN ini didasarkan atas perolehan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).
Sejak tahun 2019, SBMPTN menggunakan hasil UTBK dan/atau kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh Perguruan Tinggi Negeri. LTMPT adalah satu-satunya lembaga penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi Negeri terstandar di Indonesia. Pelaksanaan UTBK oleh LTMPT memiliki keunggulan karena hasil tes kredibel, terstandar, dan nilai diberikan secara individu kepada peserta.
Pada Tahun 2021, UTBK telah dilaksanakan pada tanggal 12–18 April 2021 pada gelombang pertama, dan pada 26 April–2 Mei 2021 pada gelombang kedua. Hasilnya telah diumumkan pada 14 Juni 2021 lalu. Tentu peserta tes yang dinyatakan lulus pada saat ini sedang mengikuti kuliah tahun pertama di masing-masing PTN pilihannya.
Sekolah-sekolah yang diukur/dihitung dalam peringkat oleh LTMPT adalah sekolah (SMA, MA, SMK) yang mengikuti UTBK-SBMPTN dengan jumlah peserta minimal 40. Bila peserta kurang dari 40, maka sekolah yang bersangkutan tidak akan masuk pemeringkatan meskipun nilai siswanya bagus. Secara nasional, dari 23.110 sekolah yang mengikuti UTBK, hanya 4.432 sekolah yang masuk pemeringkatan.
4 Sekolah di Banyuwangi
Empat sekolah di Banyuwangi yang masuk dalam Top-1000 tampaknya masih didominasi oleh sekolah-sekolah yang sudah lama berdiri (senior). Pada posisi pertama adalah SMA Negeri 1 Genteng ,yang secara nasional berada pada posisi ke-164 dengan nilai total 562,016. Di Provinsi Jawa Timur (Jatim), sekolah ini menduduki peringkat ke-23. Posisi ini naik dibanding tahun 2020 yang menduduki ranking 230 nasional.
Posisi kedua adalah SMA Negeri 1 Glagah yang bertengger di ranking 312 dengan jumlah nilai total 545,879. Pada tingkat Provinsi Jatim, sekolah ini berada pada urutan ke-52. Ada perbaikan peringkat jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu yang berada di posisi ke-395.
Posisi ketiga ditempati oleh SMA Negeri 1 Giri dengan peringkat nasional di posisi 667, dengan nilai total 523,274. Untuk tingkat Provinsi Jatim menempati posisi 110. Ada perbaikan posisi dari tahun 2020 yang berada pada urutan ke 743 nasional.
Posisi keempat ditempati oleh SMA Negeri 2 Genteng yang sekarang berubah nama menjadi SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara Jatim. Secara nasional, sekolah ini berada pada peringkat ke-852 dengan nilai total 516,414. Untuk level Provinsi Jatim, sekolah ini berada pada di posisi 138. Peringkat ini juga naik jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang menduduki peringkat ke-968.
What Next 2022
Tentu merupakan suatu kehormatan bagi sekolah-sekolah yang mampu menembus Top-1000 nasional terutama bagi SMA. Jika ditilik dari keempat sekolah tersebut, semuanya adalah sekolah senior yang sudah kaya pengalaman mengantarkan para siswanya menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Salah satu keunggulan dari sekolah-sekolah tersebut salah satunya adalah dari sisi input. Banyak anak potensial, cerdik pandai, lulusan SMP/MTs memilih sekolah tersebut. Tidak sedikit anak-anak di luar wilayah Kecamatan Genteng, misalnya Kecamatan Gambiran, Kecamatan Tegalsari, Kecamatan Glenmore, Kecamatan Cluring, dan siswa dari kecamatan lainnya ”menyerbu” SMAN 1 Genteng dan SMAN 2 Genteng. Begitu juga yang dari luar wilayah Kecamatan Glagah dan Kecamatan Giri yang berbondong-bondong masuk ke SMAN 1 Glagah dan SMAN 1 Giri.
Tetapi dengan kebijakan pemerintah yang menerapkan sistem zonasi pada saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) sejak tiga tahun lalu, maka dari sisi input seluruh sekolah memiliki input peserta didik yang (relatif) sama. Anak-anak yang pandai, tidak bisa ”bebas” memilih sekolah yang diinginkan. Jika demikian, maka faktor kualitas proses pembelajaran yang menjadi kunci kesuksesan.
Sekolah mana yang kualitas pembelajaran bagus/bermutu akan menghasilkan output yang unggul. UTBK 2022 tahun depan adalah UTBK yang akan diikuti oleh peserta didik dengan sistem zonasi (pada saat masuk SMA). Semoga ada tambahan jumlah sekolah yang dapat menembus Top-1000 Nasional pada tahun 2022 nanti. (*)
*) Komnas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.
Editor : Ali Sodiqin