Film Porno Hancurkan Generasi Bangsa

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 20 Maret 2021 | 20:35 WIB
film-porno-hancurkan-generasi-bangsa
film-porno-hancurkan-generasi-bangsa


FILM porno atau yang sering disebut pornografi atau pornoaksi merupakan adegan yang mengandung unsur hubungan seksual. Film porno sendiri dapat diakses dengan sangat mudah karena media yang memadai. Jika seorang remaja tidak selektif dalam penggunaan teknologi, maka ia akan terjerumus kepada hal yang tidak baik.



Dalam agama menonton film porno adalah haram, apa pun jenis agamanya Seperti Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu. Terutama bagi anak yang masih di bawah umur hukumnya tetap haram. Di era saat ini film porno sangatlah populer di kalangan remaja. Remaja ialah tingkat umur yang rasa ingin tahu sangat tinggi. Jika sudah sesekali mencoba membuka situs porno, maka ia akan mengulanginya secara terus-menerus hingga menjadi kecanduan.



Film porno yang biasanya dibuat oleh orang luar negeri, yang tidak memiliki budaya yang sama dengan kita. Namun, dengan adanya perkembangan teknologi generasi muda Indonesia tidak lagi mudah bersikap selektif dalam menggunakan teknologi. Terkadang bangsa hancur karena faktor dari dalam negeri itu sendiri.



Akses internet yang bebas, tanpa batasan sama saja dengan negara ini sengaja untuk bunuh diri.  Film porno tidak hanya ditemukan dalam akses khusus, contohnya dalam beberapa kartun yang menyajikan aktivitas dewasa yang tidak pantas dilihat oleh anak di bawah umur. Biasanya anak-anak berpikir semua kartun dapat ditonton, seperti kartun yang ditayangkan dalam televisi.



Dalam berbagai kasus seperti pergaulan bebas, perselingkuhan, kehamilan, kelahiran anak di luar nikah, aborsi, penyakit kelamin, kekerasan seksual, dan perilaku seksual menyimpang merupakan contoh dampak akses terhadap pornografi. Kasus pelecehan seksual adalah kasus yang termasuk dalam kategori terbanyak di Indonesia.



Pelecehan seksual itu terjadi karena banyak faktor. Di luar negeri pernah terdapat kasus pelecehan seksual. Korbannya dibunuh setelah pelecehan tersebut. Pelaku tersebut berasal dari keluarga yang baik. Saat diinterogasi oleh petugas polisi ia mengakui bahwa ia kecanduan film porno yang telah ia koleksi di kamarnya. Hal ini menunjukkan bahwa dampak yang ditimbulkan akan sangatlah fatal sampai-sampai ia berani melakukan pembunuhan terhadap korban pelecehan.



Dampak yang akan terjadi jika generasi muda bangsa Indonesia kita mengalami kecanduan dalam film porno baik untuk bangsa maupun untuk diri remaja itu sendiri akan sangat fatal akibatnya. Contoh dampak yang menyerang bangsa yakni rusaknya moral generasi muda. Banyaknya kejadian yang ada mengenai pelecehan seksual diawali karena kecanduan film porno. Pada akhirnya mempraktikkan sendiri. Karena rasa ingin tahu yang amat besar mereka sampai-sampai berani untuk melakukannya.



Seperti yang dimuat dalam laman BBC Indonesia terdapat kasus nobar cabul di sekolah. Berita itu beredar setelah terdapat foto yang viral di media sosial yang menunjukkan beberapa siswa berseragam pramuka diduga menonton film porno di kelas dengan menggunakan fasilitas proyektor. Akses pornografi dilarang ketat di Indonesia dengan ancaman penjara bagi pembuat dan penyebar konten pornografi. Pemerintah telah memblokir lebih dari 700.000 situs web yang memuat konten pornografi.



Film porno ini juga memiliki dampak bagi remaja yang kecanduan terhadap pornografi. Contohnya yakni sangat berpengaruh terhadap sistem saraf otaknya, remaja yang kecanduan pornografi umumnya memiliki sifat malas, prestasi menurun, dan juga berdampak buruk terhadap masalah interaksi sosialnya. Hal ini juga akan meningkatkan pelecehan seksual pada lawan jenis. Jangankan remaja, bagi orang yang sudah menikah saja tidak diperbolehkan menonton konten pornografi karena akan memungkinkan timbulnya perselingkuhan.



Film porno saat ini sangatlah populer di kalangan remaja. Untuk mengatasi kecanduan terhadap film porno, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Yang pertama, niat dan kemauan untuk berhenti. Yang kedua cari kesibukan yang positif. Yang ketiga, mempertebal dan menguatkan iman. Yang terakhir segera menikah.



Cara yang terakhir dikhususkan bagi seseorang yang sudah mencapai umur batas menikah. Ayo kita tanamkan sikap selektif dalam menggunakan teknologi saat ini, karena teknologi sendiri dapat menghancurkan bangsa dari dalam dan dalam jangka waktu yang lama.



Bagi remaja, ayo bersama-sama melakukan hal-hal yang positif. Yang membuat negara kita maju, bukan malah membuat negara kita hancur. Dengan satu faktor tadi, yakni merajalelanya pornografi di kalangan remaja, itu akan membuat suatu bangsa hancur. (*)



 



*) Siswi MAN 1 Banyuwangi.



Editor : Ali Sodiqin
kolom artikel opini