Ruang isolasi yang dibuat perawatan pasien Covid-19, sempat sebulan dikosongkan. Dan kini, ruangan dibuat untuk pasien yang mengidap penyakit infeksius atau penyakit menular. “Sebulan kosong, sekarang kita fungsikan untuk perawatan pasien,” cetus humas RSUD Genteng, dr. Sugiyo Sastro.
Alih fungsi ruangan itu, terang dia, dilakukan agar ruangan isolasi Covid-19 yang cukup bagus dan besar itu bisa dimanfaatkan. “Kita buat perawatan lagi sejak Jumat (1/6),” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Pasien yang dirawat di lokasi isolasi Covid-19 itu, jelas dia, hanya pasien penyintas penyakit infeksius alias penyakit yang bisa menular melalui udara, seperti penyakit tuberculosis (TBC), dan penyakit menular lainnya. “Biar bisa dimanfaatkan,” katanya.
Kepala ruang isolasi Covid-19, Edy Suroso, 47, mengatakan ruang isolasi Covid-19 di RSUD Genteng yang dipakai untuk perawatan pasien ini bukan berarti ruang isolasi Covid-19 dihilangkan. “Kalau ada pasien Covid-19, tetap akan diletakkan di ruangan ini. Karena fasilitas yang mendukung untuk penanganan penyakit korona ada di ruangan ini,” katanya.
Fasilitas yang dimaksud Edy itu, berupa filter udara yang dapat merubah tekanan udara positif di dalam ruang pasien menjadi tekanan udara negatif di luar ruangan. “Kebetulan, konsep itu dibutuhkan juga bagi pasien infeksius seperti TBC atau cangkrangan. Makanya ruangan ini sementara dipakai untuk itu,” ungkapnya.
Edy menyampaikan meski saat ini ruangan isolasi Covid-19 dipakai untuk pasien penyintas penyakit lain, para tenaga kesehatan (nakes) tetap standby jika Covid-19 ada kenaikan. “Masih sama seperti dulu, nakes, bed dan lainnya disiapkan,” ungkapnya.
Edy menyebut pada April 2022, terakhir kalinya merawat pasien yang terpapar virus korona. “Pada April ada delapan pasien Covid. Terakhir keluar pada 25 April. Setelahnya sudah tidak ada lagi sampai sekarang,” pungkas Edy seraya menyebut ruangan isolasi itu saat ini diisi tiga pasien TBC.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi