Gejala Stroke Bisa Datang Mendadak, RS Al Huda Ingatkan Pentingnya FAST

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 08:00 WIB
EDUKASI STROKE: dr Farah Qurrota A’yun saat memberikan sosialisasi mengenai metode FAST dan pentingnya mengenali gejala stroke sejak dini kepada pengunjung di ruang tunggu RS Al Huda. (RS Al Huda fo Radar Banyuwangi)
EDUKASI STROKE: dr Farah Qurrota A’yun saat memberikan sosialisasi mengenai metode FAST dan pentingnya mengenali gejala stroke sejak dini kepada pengunjung di ruang tunggu RS Al Huda. (RS Al Huda fo Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Wajah mendadak mencong, satu lengan melemah, atau bicara tiba-tiba pelo bukan keluhan yang boleh dianggap sepele. Gejala tersebut bisa menjadi tanda serangan stroke yang membutuhkan pertolongan medis segera. Karena itu, RS Al Huda Banyuwangi mengajak masyarakat mengenali metode FAST agar pasien bisa segera dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) dan risiko kerusakan otak dapat ditekan.

Edukasi tersebut disampaikan RS Al Huda dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia pada 29 Oktober 2026 sekaligus Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62. Masyarakat tidak hanya diajak mengenali gejala, tetapi juga memahami faktor risiko dan pentingnya bertindak cepat ketika menemukan seseorang diduga mengalami stroke.

Dokter Umum RS Al Huda, dr Farah Qurrota A’yun, menjelaskan bahwa salah satu cara sederhana untuk mengenali gejala awal stroke adalah melalui metode FAST. Metode ini membantu masyarakat mengingat tanda-tanda yang perlu diwaspadai.

FAST merupakan singkatan dari empat hal. Pertama, Face, yakni wajah tampak mencong atau senyum tidak simetris. Kedua, Arm, yaitu salah satu lengan terasa lemah atau turun ketika kedua lengan diangkat. Ketiga, Speech, berupa bicara pelo, kesulitan berbicara, atau tidak mampu memahami ucapan. Keempat, Time, yang menegaskan pentingnya segera mencari pertolongan medis.

Selain tanda FAST, stroke juga dapat ditandai kesemutan atau mati rasa mendadak pada satu sisi tubuh. Gejala lainnya meliputi gangguan penglihatan, pusing hebat, kebingungan, hingga kesulitan memahami pembicaraan.

“Gejala stroke dapat muncul secara tiba-tiba. Masyarakat perlu memahami tanda FAST karena penanganan yang cepat sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan otak,” tutur dr Farah.

Pesan pentingnya, masyarakat tidak perlu menunggu seluruh gejala muncul untuk mencari bantuan. Jika seseorang mengalami tanda yang mengarah pada stroke, segera cari pertolongan medis dan bawa ke IGD. Jangan menunda dengan berharap gejala akan hilang sendiri.

Pemulihan Stroke Membutuhkan Terapi Berkelanjutan

Perhatian terhadap pasien stroke tidak berhenti setelah kondisi darurat tertangani. Pasien dapat membutuhkan proses rehabilitasi sesuai kondisi dan rekomendasi tim medis untuk membantu memulihkan kemampuan tubuh yang terdampak.

Beberapa bentuk rehabilitasi yang dapat diberikan antara lain fisioterapi untuk membantu memulihkan gerakan, kekuatan, keseimbangan, dan kemampuan berjalan. Terapi wicara dapat membantu pasien yang mengalami gangguan komunikasi. Sementara itu, terapi okupasi ditujukan untuk membantu pasien kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RS Al Huda, dr Khusnul Imama, mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala stroke. Menurut dia, pemahaman mengenai tanda awal dan kecepatan mencari pertolongan medis menjadi hal penting dalam menghadapi kondisi darurat tersebut.

”Ingat, setiap menit sangat berarti. Kenali FAST, segera ke IGD, dan cegah stroke sejak dini,” imbaunya.

Melalui edukasi ini, RS Al Huda Banyuwangi berharap masyarakat semakin tanggap mengenali gejala stroke, memahami pentingnya penanganan cepat, serta memperhatikan upaya pencegahan sejak dini. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Penanganan stroke Gejala stroke Metode FAST rs al huda Rehabilitasi Stroke