RADAR BANYUWANGI - Banyak orang sering menganggap remeh benjolan kecil mirip jerawat di tepi kelopak mata atau yang dikenal sebagai bintitan. Padahal, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, hingga sensasi mengganjal saat mata berkedip.
Dalam istilah medis, bintitan disebut dengan hordeolum. Kondisi ini umumnya terjadi akibat infeksi bakteri pada kelenjar di kelopak mata atau folikel bulu mata.
Dokter spesialis mata dr. Vera Sumual, Sp.M(K), dari RSUP Prof. dr. R.D. Kandou Manado menjelaskan bahwa infeksi ini paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus. Hal itu ia sampaikan dalam artikel yang diterbitkan Kementerian Kesehatan pada 5 Agustus 2022.
Baca Juga: 79 Siswa SDIT Al Qomar Belajar Rahasia Menjaga Mata Air di Sumber Gedor Banyuwangi
"Peradangan pada kelopak mata ini terjadi karena adanya infeksi yang paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus," kata dr. Vera.
Gejala bintitan bisa berupa kemerahan, rasa nyeri saat disentuh, mata berair, hingga muncul titik nanah. Berdasarkan data Mayo Clinic, risiko bintitan meningkat akibat kebiasaan menyentuh mata dengan tangan kotor, penggunaan lensa kontak tidak higienis, serta penggunaan kosmetik kedaluwarsa.
Untuk penanganan mandiri, kompres hangat menjadi langkah efektif yang dianjurkan. Gunakan kain bersih yang dibasahi air hangat, lalu tempelkan pada kelopak mata tertutup selama lima hingga sepuluh menit.
Baca Juga: Mata Kedutan Pertanda Rezeki atau Kabar Buruk? Ini Fakta Medis Menurut Dokter
Lakukan kompres hangat tiga sampai empat kali sehari untuk membantu melancarkan cairan dari kelenjar yang tersumbat. Namun, pastikan suhu air tidak terlalu panas agar tidak memicu iritasi pada kulit kelopak mata.
Satu hal yang harus dihindari adalah memencet atau menusuk benjolan tersebut. Tim Promosi Kesehatan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dalam artikel Kementerian Kesehatan tertanggal 30 Juli 2024 menegaskan hal tersebut.
"Penting untuk tidak memencet bintitan agar menghindari risiko infeksi," tulis pernyataan tersebut.
Selama masa penyembuhan, sebaiknya hindari pemakaian riasan mata maupun lensa kontak. Umumnya bintitan akan membaik dalam kurun waktu satu hingga dua minggu.
Namun, segera lakukan pemeriksaan medis jika bintitan tidak membaik setelah 48 jam atau pembengkakan meluas ke wajah. Anda juga perlu waspada jika muncul gejala demam, gangguan penglihatan, atau nyeri yang semakin berat.
Perlu diingat bahwa tidak semua benjolan adalah bintitan. Ada kondisi bernama kalazion yang disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak dan cenderung tidak nyeri.
Editor : Lugas Rumpakaadi