RADAR BANYUWANGI - Sebanyak 28 ribu santri dari 45 pondok pesantren di Banyuwangi menjadi sasaran program cek kesehatan gratis (CKG) menjelang Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Program yang digelar Pemkab Banyuwangi ini tak hanya mendeteksi penyakit, mulai dari anemia hingga diabetes, tetapi juga memperkuat edukasi hidup sehat, kesehatan reproduksi, dan sanitasi lingkungan pesantren agar santri dapat belajar serta beribadah dengan optimal.
Pelaksanaan CKG tersebut ditinjau langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pondok Pesantren Gunung Jati, Kecamatan Blimbingsari, Kamis (15/10). Program ini menyasar santri dan warga pesantren di berbagai wilayah Banyuwangi sebagai bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan.
Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan hemoglobin untuk mendeteksi anemia, pemeriksaan mata, serta pengecekan kesehatan gigi dan mulut. Para santri juga dapat berkonsultasi mengenai gejala penyakit menular serta menjalani pemeriksaan penyakit tidak menular, seperti diabetes dan kolesterol.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, program tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kesehatan seluruh warga, termasuk mereka yang menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.
“Santri adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus sehat jasmani dan rohani agar bisa belajar dengan baik dan menjadi sumber daya manusia unggul. Pemeriksaan kesehatan ini bukan hanya untuk mendeteksi penyakit, tetapi juga untuk memberikan edukasi agar seluruh warga pesantren terbiasa hidup sehat,” ujar Ipuk saat meninjau pelaksanaan CKG.
Tak Hanya Periksa Santri, Sanitasi Pesantren Ikut Diperhatikan
Upaya menjaga kesehatan warga pesantren tidak berhenti pada pemeriksaan individu. Tim medis juga memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, kesehatan reproduksi, serta melakukan pengecekan sanitasi lingkungan pesantren.
Langkah tersebut penting karena kesehatan santri tidak hanya dipengaruhi kondisi tubuh masing-masing, tetapi juga kebersihan lingkungan tempat mereka tinggal, belajar, dan beraktivitas sehari-hari.
Santri maupun warga pesantren lain yang terindikasi mengalami masalah kesehatan langsung mendapatkan penanganan dari tim medis. Selanjutnya, kondisi kesehatan mereka akan dipantau oleh puskesmas terdekat agar tindak lanjut dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Ipuk berharap, program cek kesehatan gratis ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi santri, ustaz dan ustazah, serta pengurus pondok pesantren.
“Melalui program cek kesehatan gratis diharapkan seluruh santri, ustaz-ustazah dan pengurus pondok pesantren dapat terjaga kesehatannya secara berkelanjutan. Sehingga pesantren menjadi pusat pendidikan yang produktif, sehat, dan berdaya saing,” harapnya.
Pemkab Banyuwangi, lanjut Ipuk, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pondok pesantren dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut dia, pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, melainkan juga ruang pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan kemandirian generasi muda.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga pusat pembentukan akhlak, disiplin, dan kemandirian. Terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh pengasuh dan pengurus pesantren atas dedikasi dan pengabdiannya,” kata Ipuk.
Kemenag: Santri Sehat Bisa Belajar dan Mengabdi Lebih Optimal
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi Chaironi Hidayat mengapresiasi pelaksanaan cek kesehatan gratis yang memadukan pelayanan kesehatan dengan momentum peringatan Hari Santri Nasional.
Menurut Chaironi, santri tidak hanya dituntut memiliki pemahaman agama yang kuat dan akhlak mulia, tetapi juga perlu menjaga kesehatan jasmani. Kondisi tubuh yang sehat menjadi salah satu penunjang agar mereka dapat belajar, beribadah, dan mengabdi kepada masyarakat secara optimal.
Program CKG di lingkungan pesantren diharapkan membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih dini sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Festival Anak Saleh hingga Santri Entrepreneur Meriahkan HSN
Selain program cek kesehatan gratis, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Banyuwangi juga diisi sejumlah kegiatan yang menyasar pendidikan, pengembangan kapasitas, dan pemberdayaan santri.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Festival Anak Saleh pada Minggu (18/10), dilanjutkan program Santri Mengajar pada Senin (19/10) dan Rembuk Santri pada Selasa (20/10).
Berikutnya, Pelatihan Masjid Affiliate dijadwalkan berlangsung pada Rabu (21/10). Agenda juga mencakup kegiatan Santri Entrepreneur untuk mendorong pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan santri.
Puncak peringatan HSN akan ditandai dengan upacara Hari Santri pada Kamis (22/10), bertepatan dengan tanggal peringatan Hari Santri Nasional.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Banyuwangi berharap penguatan kualitas santri berjalan menyeluruh. Tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, santri juga diharapkan sehat, mandiri, memiliki keterampilan, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat. (ray/sgt)