Makan Semangka Setelah Minum Susu Berbahaya? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Desila Aini Hidayah • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Semangka mengandung sekitar 92 persen air dan dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam. (SSOD MEDIA/Pexels)
Semangka mengandung sekitar 92 persen air dan dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam. (SSOD MEDIA/Pexels)

RADAR BANYUWANGI - Makan semangka setelah minum susu kerap dianggap berbahaya bagi kesehatan. Ada yang percaya kombinasi keduanya bisa menyebabkan sakit perut hingga diare. Benarkah anggapan tersebut?

Faktanya, belum ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa mengonsumsi semangka setelah minum susu secara otomatis membahayakan tubuh. Kedua bahan makanan itu pada umumnya dapat dikonsumsi dalam waktu berdekatan.

Meski demikian, bukan berarti setiap orang akan memberikan respons yang sama. Kondisi pencernaan, intoleransi laktosa, dan jumlah makanan yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Lille: Gyokeres dan Bruno Guimaraes Siap Jadi Starter?

Benarkah Semangka dan Susu Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan?

Semangka merupakan buah dengan kandungan air tinggi. Menurut National Watermelon Promotion Board, sekitar 92 persen bagian semangka berupa air. Buah ini juga mengandung vitamin C, vitamin A, dan kalium.

Sementara itu, susu merupakan sumber protein dan kalsium yang bermanfaat bagi tubuh.

Menariknya, National Watermelon Promotion Board bahkan memuat resep watermelon yogurt smoothie karya ahli gizi Pam Smith. Resep tersebut menggunakan tiga cangkir potongan semangka, satu cangkir susu, serta setengah cangkir yoghurt Yunani.

Resep itu menunjukkan bahwa semangka dan susu memang digunakan bersama dalam olahan makanan. Namun, resep tersebut bukan bukti klinis bahwa setiap orang pasti dapat menoleransi kombinasi keduanya.

Baca Juga: Akses ke Pasar Banyuwangi Dipermudah: Dari Jogopati, Motor Bisa Belok Kiri ke Susuit Tubun

Apa Kata Ahli tentang Mitos Kombinasi Makanan?

Laporan AFP Fact Check pada 7 Maret 2023 membahas anggapan bahwa pisang tidak boleh dikonsumsi bersama susu, semangka, atau kentang.

Dalam laporan tersebut, Dr. Tee E Siong dari Nutrition Society of Malaysia menolak larangan kombinasi makanan yang tidak memiliki dasar ilmiah tersebut.

Dosen senior Universiti Malaya, Dr. Sareena Hanim Hamzah, juga menjelaskan bahwa penggolongan buah berdasarkan sifat panas dan dingin bukan merupakan konsep dalam ilmu gizi modern.

"Istilah buah 'panas' dan 'dingin' tidak dikenal dalam sains, kecuali dalam pengobatan tradisional," ujar Sareena kepada AFP.

Perlu dicatat, laporan AFP tersebut tidak secara khusus menguji konsumsi semangka setelah susu. Namun, penjelasan para ahli memperlihatkan pentingnya memeriksa bukti ilmiah sebelum memercayai larangan menggabungkan makanan tertentu.

Baca Juga: Pasar Induk Banyuwangi Beroperasi, Jalan Susuit Tubun Kembali Dibuka Setelah 3 Tahun

Mengapa Perut Bisa Sakit Setelah Minum Susu?

Keluhan setelah mengonsumsi susu tidak selalu berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi sebelumnya atau sesudahnya.

Salah satu penyebabnya ialah intoleransi laktosa, yakni kondisi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa atau gula alami dalam susu.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), lembaga di bawah National Institutes of Health Amerika Serikat, intoleransi laktosa dapat menimbulkan gejala beberapa jam setelah mengonsumsi produk susu.

Gejala tersebut meliputi:

Intoleransi laktosa juga berbeda dengan alergi susu. Alergi melibatkan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein susu dan dalam kasus berat dapat mengancam jiwa.

Karena itu, sakit perut setelah makan semangka dan minum susu tidak cukup menjadi bukti bahwa kombinasi keduanya berbahaya.

Baca Juga: Susunan Lengkap PBNU 2026–2031: 210 Tokoh Masuk Kepengurusan

Perhatikan Porsi dan Jenis Susu

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahan tambahan dalam olahan semangka dan susu.

Dalam laporan Verywell Health pada 20 Agustus 2026, ahli gizi Lauren Manaker menyoroti tren es krim semangka yang dibuat menggunakan susu kental manis atau krim.

"Anda tidak menghilangkan zat gizi semangka, tetapi mengubah buah rendah kalori menjadi makanan yang jauh lebih padat kalori," jelas Manaker.

Artinya, persoalan kesehatan yang perlu diperhatikan bukan sekadar pencampuran bahan, melainkan juga kandungan gula tambahan, lemak, dan total kalori.

Baca Juga: Banyuwangi Dapat Bantuan Teknis Susun 3 RDTR Sekaligus, Ada Banyuwangi-Kalipuro-Pesanggaran

Tips Aman Mengonsumsi Semangka dan Susu

Agar lebih nyaman dikonsumsi, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:

Kesimpulannya, anggapan bahwa makan semangka setelah minum susu pasti berbahaya lebih tepat disebut mitos yang belum didukung bukti ilmiah memadai. Hal yang perlu diwaspadai justru kondisi kesehatan masing-masing, kebersihan bahan makanan, dan jumlah yang dikonsumsi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
semangka setelah minum susu bahaya semangka dan susu mitos makanan intoleransi laktosa fakta kesehatan